Dinas Pendidikan Kota Batam Buka PPDB Sekolah Unggulan, 5 Juni Mendatang

ilustrasi foto: facebook

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan jadwal penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tiga sekolah unggulan akan dibuka pada 5 Juni 2017 mendatang.

Ketiga sekolah tersebut diantaranya, SMPN 6, SMPN 3, dan SMPN 26 Batam.

“Unggulan dulu, sedangkan reguler setelah lebaran nanti,” kata Muslim, Selasa (16/5).

Muslim menjelaskan penerimaan ditiga sekolah tersebut akan dilakukan secara online. Untuk kuota siswa yang diterima dibatasi, satu kelasnya diisi 32 orang siswa saja. “Tetap online, operatornya sudah kami siapkan,” ujar Muslim usai membuka workshop operator PPDB di Hotel Vista.

Untuk memudahkan penerimaan dan menghidari desakan di sekolah, pihaknya telah menyiapkan aplikasi khusus PPDB yang bisa diakses melalui telepon pintar (smartphone).

“Jadi orangtua tidak usah repot- repot lagi datang ke sekolah, untuk mekanismenya masih kami persiapkan,” Sebut pria kelahiran Rempangcate ini.

Muslim menambahkan sistem online PPDB tahun ini melibatkan sekolah swasta dan sekolah negeri. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam terkait data anak usia sekolah SD.

“Jadi tidak ada lagi yang manipulasi usia,” ujarnya.

Mengenai persyaratan PPDB tahun ini, Muslim menjelaskan tidak ada perbedaan dari tahun sebelumnya. “Minimal nilai 8, khusus luar Batam 9,” sebut pria 59 tahun ini.

Selain itu, untuk mengawasi jalannya PPDB tahap pertama ini, pihaknya juga kakan menurunkan tim untuk memastikan jalannya PPDB. “Setiap sekolah akan ditinjau, karena sekolah unggulan saya berharap tidak ada titipan,” ungkap pria yang sudah menjabat sejak 2007 silam ini.

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Menengah Pertama (SMP), Hernowo mengungkapakan pelatihan operator PPDB ini akan bertanggung jawab terhadap PPDB nanti. “Mereka diberikan user sendiri, dab bertugas menginput data siswa yang mendaftar,” kata Hernowo.

Pelatihan operator PPDB kali ini juga melibatkan dari sekolah swasta. Tujuannya bisa melihat kebutuhan di sekolah swasta juga, tidak hanya negeri. “Misalnya sekolah swasta A kekurangan murid, nah mereka yang tidak terima di negeri bisa disarankan ke sekolah tersebut,” jelasnya.

Hernowo juga menyebutkan kendala yang terjadi tahun lalu, tidak terjadi di tahun ini. Untuk antisipasinya saat ini disdik telah memiliki sistem yang mandiri dan dikelola sendiri.

“Lebih baik dari tahun yang lalu tentunya,” harap dia. (cr17)

Respon Anda?

komentar