Lima Gedung SD dan SMP Dibangun Tahun Ini

143

batampos.co.id РTahun 2017 ini, Pemerintah akan bangun lima Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Natuna. Pembangunan gedung sekolah tersebut terdapat dibeberapa Kecamatan. Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, Selasa (16/5)

“Ada empat sekolah satu atap dan satu unit sekolah baru akan dibangun, anggarannya dari Kementerian Pendidikan dan ada dari APBD tahun 2017 ini. Pemerintah Daerah sudah bebaskan lahan untuk kebutuhan pembangunan sekolah baru,” kata Ngesti usai meninjau lokasi pembangunan sekolah satu atap di Desa Teluk Buton kemarin.

Dibangunnya sekolah baru tahun ini sambung Ngesti, merupakan upaya Pemerintah Daerah meningkatkan mutu pendidikan di Natuna. Dan mengurangi angka anak putus sekolah di daerah pelosok.

“Tahun depan mudah-mudahan sekolah yang baru dibangun dapat berfungsi, walau pun muridnya sedikit. Tapi mereka punya hak yang sama dalam pendidikan,” ujar Ngesti.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemkab Natuna Syaharman mengatakan, lima sekolah yang dibangun merupakan untuk pengembangan kebutuhan pendidikan dasar di Natuna.

Empat sekolah satu atap ini sambungnya, dua diantaranya di Kecamatan Serasan. Yakni di Desa Pulau Panjang dan Desa Kerdau. Selain itu, SMP satu atap juga dibangun di Desa Setengah Kecamatan Bunguran Selatan, dan Desa Teluk Buton Kecamatan Bunguran Utara. Dan satu Unit Sekolah Baru (USB) SD dan SMP di Kelurahan Ranai Darat Kecamtan Bunguran Timur.

Dikatakan Syaharman, empat sekolah satu atap (SD dan SMP) yang dibangun di empat Desa disebabkan lokasinya jauh dari sekolah induk. Misalnya di Desa Teluk Buton, siswa SMP harus bersekolah di Desa Pengadah di Kecamatan tetangga, jarahkan cukup jauh.

“Kondisi serupa terjadi di Desa Kerdau dan Desa Pulau Panjang serta Desa Setengah. Siswa harus menyebrang laut untuk menuju sekolah SMP induk di Kecamatan. Sehingga perlu untuk menyelamatkan siswa agar tidak terjadi putus sekolah,” ujar Syaharman.

Empat sekolah satu atap ini sambungnya, menyerap anggaran sekitar Rp 5,2 miliar dari Kementerian Pendidikan. Dan dibangun dengan swakelola dari Sekolah. Sementera SD di Unit Sekolah Baru bersumber dari APBD sebesar Rp 1,8 miliar dan SMP sekitar Rp 900 juta. (arn)

Respon Anda?

komentar