Kemenpar Promosi Golf di Korsel

242
ilustrasi

Salah satu segmen niche market pariwisata yang digarap oleh pemerintah Indonesia adalah wisata golf.

Setelah sukses menggelar kegiatan promosi golf Indonesia tahap pertama di Jinghua Golf Club Beijing pada 6 April 2017, Kementerian Pariwisata yang dipimpin oleh Arief Yahya itu akan menggelar kegiatan lanjutan dengan Sales Mission Golf di Asia Timur tahap ke-2 di Seoul, Korea Selatan pada 24 Mei 2017.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu mengatakan, kegiatan SM Golf di Seoul nanti, akan mengikutsertakan sebanyak 5 industri wisata golf Indonesia turut serta. Mereka akan dipertemukan dengan 50 – 80 pelaku industri pariwisata Korea (buyer). Dari pertemuan itulah akan muncul transaksi bisnis berupa penjualan paket wisata bermain golf di Indonesia.

Kata Pitana, suksesnya acara promosi golf tahap pertama terlihat dari data dan angka. Kata Pitana, dalam kegiatan di Beijing dan yang membawa 3 industri wisata golf Indonesia dan total calon wisman yang dihasilkan adalah sebanyak 640 wisman golfers dengan prakiraan potensi transaksi sebanyak US$ 667.781 atau sekitar Rp 8,5 Milyar.

“Maka dari itu kesuksesan ini akan kami buat kembali di Korea Selatan,” ujar Pitana yang juga diamini Vinsensius. Lebih lanjut dia mengatakan, Golf adalah salah satu olahraga yang memang berpotensi mendatangkan wisman ke Indonesia.

Walaupun jumlah wisman yang bertujuan untuk bermain golf di Indonesia tidaklah sebanyak wisman yang berpelesir dengan tujuan rekreasi biasa, namun pengeluaran wisman golfers jauh lebih tinggi daripada rata-rata pengeluaran wisatawan umum yang datang ke Indonesia.

“Golfers itu rata-rata menghabiskan US$ 6.000 sekali kunjungan dan hal ini 6x lipat lebih banyak dibandingkan dengan wisman biasa,” kata Pitana. Vinsensius juga menjelaskan, hal tersebut di ataslah yang mendasari keseriusan Kemenpar dalam mempromosikan golf Indonesia ke dunia.

“Selain itu, Golf juga adalah olahraga yang sangat digandrungi warga Korea Selatan terutama di kalangan elit. Uniknya di Korea Selatan olahraga ini tidak hanya didominasi kaum laki-laki. Perempuan Korea Selatan sangat menyukai golf dan bisa dibilang prestasi golfers kaum hawa di Korea Selatan lebih mentereng dibandingkan lawan jenisnya,” kata pria yang biasa disapa VJ itu.

Sebut saja Pak Se-ri menjadi pemenang termuda pada US Women Open 1998, golfers professional perempuan Korsel banyak bermunculan. Saat ini setengah dari 10 pengumpul hadiah terbesar LPGA (Ladies Professional Golf Association) berasal dari Korsel.

“Momentum inilah yang berusaha kami incar dengan mempromosikan wisata golf. Golf di Indonesia sangat unik dimana diantara 114 lapangan golf standar internasional yangtersebar di nusantara memiliki tantangan unik dan pemandangan yang luar biasa,” beber VJ.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Golf di Indonesia itu memang juaranya. “Atraksi kita sudah sangat keren. Mau sensasi golf yang seperti apa, semua ada di Indonesia. Dulu malah orang bermain night golf, dengan bola berwarna yang berpendar diterpa cahaya. Tapi sejak krisis energi, night golf dihentikan, jadi kalau Golf, ya silahkan nikmati di Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Pria asli Banyuwangi itu menambahkan bahwa wisata golf Indonesia tidak terpengaruh musim dingin sehingga golfers dapat bermain sepanjang musim. Jadi wisman dari Korea dapat tetap menikmati asyiknya bermain golf di bulan Januari di Indonesia dimana hal tersebut mustahil dilakukan di negara asalnya.

“Lapangan golf Indonesia itu keren-keren, landscape-nya bagus, bisa main sepanjang tahun, tidak banyak terpengaruh oleh musim. Jadi silakan datang kapanpun ke Indonesia,” tambah mantan Dirut Telkom itu.

Sekadar informasi saja, nilai tambah lain yang dimiliki oleh Indonesia jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia adalah caddy. Indonesia memiliki caddy terlatih dan ramah. Di Indonesia caddy tidak hanya berfungsi sebagai asisten namun lebih lagi sebagai partner bermain golf.

Caddy Indonesia memiliki pengetahuan yang baik akan lapangan golf sehingga dapat memberikan masukan-masukan berguna bagi golfers untuk mengembangkan permainannya dan servis tersebut diperoleh dengan biaya yang jauh lebih murah dibanding caddy di negara lain.

Presiden International Association of Golf Tour Operators (IAGTO) Peter Walton mengatakan bahwa, caddy Indonesia adalah yang terbaik di dunia. Golfers perempuan Korsel, terutama perempuan, juga dapat menikmati spa khas Indonesia sesudah bermain golf seharian. Indonesia adalah destinasi nomor satu soal spa dikarenakan pelayanan prima dan keramahan yang diberikan spa therapist melebihi harga yang dibayarkan.

Kemenpar berharap kegiatan di Korsel nanti dapat berkontribusi pada target kunjungan wisman 2017 sebesar 15 juta kunjungan dimana 514.000 kunjungan berasal dari wisman Korsel. Selain kegiatan promosi yang gencar, kebijakan bebas visa kunjungan singkat (BVKS) bagi warga negara Korea Selatan dan 168 negara lainnya di dunia diharapkan membantu pencapaian target tersebut. (*)

Respon Anda?

komentar