Bus sekolah BP 7452 DA 9kiri) kecelakaan dengan mobil Pikap warna hitam BP 8333 TA (kanan) di simpang Ceruk Ijuk, Kecamatan Toapaya, Kamis (18/5). F. Choki/batampos.

batampos.co.id – Bus sekolah BP 7452 DA kecelakaan dengan mobil Pikap warna hitam BP 8333 TA disimpang Ceruk Ijuk, Kecamatan Toapaya, Kamis (18/5). Akibatnya sebanyak 31 pelajar SMP dan SMA, serta tujuh penumpang dan satu sopir mobil Pikap dilarikan ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Tanjungpinang, untuk mendapatkan perawatan intensif.

Informasi yang dihimpun, 31 pelajar yang menjadi korban kecelakaan ini merupakan siswa dari SMAN 1 Teluk Bintan, yang berjumlah sebanyak 21 orang dan 10 siswa dari SMPN 6 Bintan.

Salah satu saksi mata, Sayet 52, mengatakan kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, ini berlangsung sangat cepat. Dimana bus sekolah yang datang dari arah Toapaya, tiba-tiba dihantam keras oleh Pikap yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Tanjungpinang.

“Bus dan Pikap itu lajunya sama-sama kencang. Sehingga tabrakan pun tak bisa dihindarkan. Dengan menghantam keras bagian tengah dari samping kiri bus, sampai sempat terbalik dua kali, dan terseret jauh dari bahu jalan,” terang Sayet dilokasi kejadian.

Sedangkan para penumpang mobil Pikap juga terpental jauh ke arah badan jalan. “Begitu kejadian polisi dibantu warga langsung mengevakuasi semua pelajar dan penumpang Pikap ke RSUP untuk mendapatkan perawatan,” lanjutnya.

Nina Idora 15, siswa yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut mengatakan sebelum kecelakaan terjadi sopir dan seluruh penumpang sudah mengetahui ada Pikap yang melaju kencang dari arah Tanjungpinang, sehingga sang sopir sempat mengklekson beberapa kali.

“Sebenarnya sudah nampak dan sudah klakson, tapi gak ada yang mau ngalah,karena dua-duanya sama-sama kencang. Tabrakan pun gak bisa dielakkan,” terangnya di RSUP Tanjungpinang.

Gadis yang duduk dibangku kelas X SMAN 1 Bintan, ini mengakui bus yang ditumpanginya itu sempat terseret dan terbalik dua kali setelah ditabrak Pikap.

“Rasanya kayak mimpi. Semuanya teriak dan nangis ketakutan saat itu. Apalagi aku yang duduk paling depan, sempat terjepit dibangku,” ungkapnya.

Beruntung lanjutnya polisi dan warga langsung membantu untuk mengevakuasi satu persatu pelajar yang berada di dalam bus.

“Gak mau lagi naik bus. Ini yang terakhir. Takut kejadian lagi,” tuturnya.

Nina juga mengakui aksi ugal-ugalan sopir, yakni Suwanto, 31, juga sudah sering terjadi dan kerap membuat pelajar ketakutan.

“Kami takut juga kadang-kadang kalau mau berangkat sekolah. Supirnya suka bawa kencang-kencang,” sebutnya.

Ia berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk semuanya, agar lebih berhati-hati kedepannya

“Supir itu maunya hati-hati aja. Gak usah terlalu laju. Yang penting pelan tapi pasti sampai,” pintanya.

Unit Laka Pos Gesek, Bripda Al Razak, mengatakan untuk semua korban kecelakaan, baik pelajar maupun penumpang pikap kini sudah mendapatkan perawatan dari pihak medis RSUP Tanjungpinang.

“Sopir bus sudah kami amankan di Pos Gesek, beserta bus dan pikap. Ini dilakukan untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Ia menambahkan Dirlantas Polda Kepri, Kombes Pol Asep Akbar Hikmana, juga dijadwalkan akan turun langsung untuk melakukan analisa penyelidikan lanjutan Technikal Insiden Anality (TIA) dilokasi kecelakaan, Jumat (19/5).

“Kami belum bisa pastikan siang atau pagi. Namun pastinya besok (hari ini, red) pak Dir Lantas akan langsung datang ke Bintan, untuk meninjau tempat kecelakaan terjadi,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi menegaskan kejadian ini merupakan murni kecelakaan lalu lintas.

“Kami sudah melihat kondisi langsung dari pelajar yang menjadi korban. Alhamdullilah semuanya sudah berangsur membaik. Hanya ada beberapa yang masih mendapatkan perawatan intensif dari pihak medis, yakni satu orang mengalami patah tulang di bahu kiri, dan lainnya mengalami luka di kepala dan kaki,” terang Apri saat menjenguk pelajar di RSUP Tanjungpinang.

Apri menuturkan untuk pembiayaan perobatan bagi siswa, semuanya akan ditanggung oleh asuransi Jasa Raharja dan juga akan dibantu Pemkab Bintan.

“Alhaamdullilah, dana asuransi dari Jasa Raharja sudah dikeluarkan. Masing-masing pelajar mendapatkan Rp 10 juta, untuk membantu biaya perobatan,” ungkapnya.

Menurutnya kejadian ini, tentunya harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan semua aspek yang menyangkut terkait keselamatan bagi pelajar di Kabupaten bintan.

“Kami akan segera mengevaluasi semua aspek, mulai dari kondisi rambu jalan, sopir, bus dan lainnya. Ini untuk mengantisipasi agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi kedepannya,” jelasnya.

Politisi partai Demokrat ini menambahkan pihaknya segera berkoordinasi untuk mengundang pihak Satuan Kerja agar lebih memperhatikan kondisi jalan, baik dari rambu lalu lintas maupun lainnya.

“Lintas barat ini merupakan aset nasional. Jadi Saya dan Kapolres Bintan serta stake holder lainnya sepakat akan membahas ini dengan perwakilan satker yang memiliki kewenangan dengan jalan ini, agar bisa lebih memperhatikan kelengkapan jalan, sehingga kecelakaan yang terjadi tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Pantauan Batam Pos di lapangan, dari total 31 pelajar yang sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUP Tanjungpinang, 27 diantaranya, kini sudah pulang ke rumah masing-masing. Sementara 4 pelajar lainnya masih dirawat intensif karena mengalami luka cukup serius dibagian tangan, kepala, dan kaki. (cr20)

Respon Anda?

komentar