Kadishub menunjukkan kerusakan bangunan kantor pelabuhan roro di penarik kepada Dirjen Hubdar Puji di kantornya, Kamis (18/5).

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Yusrizal bersama Kabid darat dan Kasi lalulintas mengunjungi Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto Iskandar guna melaporkan kebakaran kantor pelabuhan Kapal Roll on Roll off (Roro) di Penarik yang terjadi, Selasa (9/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Pelaporan kejadian itu karena bangunan pelabuhan tersebut masih termasuk aset milik Kementerian Perhubungan.

“Kunjungan kami diterima langsung oleh Dirjen Perhubungan Darat Puji Hartanto Iskandar, di Jakarta,” ujar Yusrizal, Kamis (18/5) siang.

Lebih lanjut Yusrizal mengatakan, Dirjen Perhubungan Darat yang pernah menjabat Kapolda Kepri itu meminta rombongan Dishub Lingga untuk menghitung nilai kerusakan bangunan, agar selanjutnya dapat dikucurkan dana bantuan dari pusat. Bantuan dana itu diperuntukkan agar bangunan yang terbakar dapat diperbaiki kembali.

“Tapi pak Puji pesannya hitung yang benar dan jangan korupsi,” ujar Yusrizal.

Karena permintaan Puji untuk lebih cepat melaporkan total nilai kerusakan, Yusrizal langsung akan berkoordinasi dengan timnya agar segera mendapatkan jumlah nilai dana yang diperlukan.

Selain itu, Yusrizal juga mendapat perintah langsung dari Puji agar mencari bangunan lain untuk sementara agar dapat melayani masyarakat di pelabuhan itu. Karena Puji tidak menginginkan jika ada masyarakat yang tidak mendapat pelayanan di pelabuhan tersebut.

Lebih khusus lagi Yusrizal mengatakan, Puji menitipkan agar kejadian kebakaran di pelabuhan penarik tersebut diusut sampai tuntas. Dia juga meminta penyeledikan lebih mendalam terkait kejadian kebakaran yang merusakkan bangunan milik negara itu.

“Pak Puji juga berpesan tegas agar kasus kebakaran di pelabuhan Roro Penarik diusut sampai tuntas,” ujar Yusrizal.

Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, Kantor Pelabuhan Roro di Desa Penarik, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, dilalap sijago merah. Namun Kebakaran tersebut mengundang kecurigaan, pasalnya bangunan tersebut belum dipasang jaringan listrik dan belum ada aktifitas setiap malam hari di pelabuhan tersebut. (wsa)

Respon Anda?

komentar