Kadisdik tinjau USBN di SDN 001 Tebing di hari terakhir. F.Disdik untuk batampos.

batampos.co.id – Selama tiga hari pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) tingkat Sekolah Dasar (SD), didapati seorang siswa yang tidak mengikutinya. Siswa bernama Ardianto berasal SDS Meral ini, diketahui tidak mengikuti USBN sejak hari pertama.

”Benar, ada satu siswa kita yang tidak ikut USBN. Artinya, siswa tersebut benar-benar mengundurkan diri tidak mau ikut ujian. Padahal pihak sekolah sudah berusaha membujuk untuk ikut ujian,” jelas Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Karimun Riauwati, kemarin (18/5) di ruang kerjanya.

Dengan demikian, secara otomatis siswa tersebut tidak dapat ijazah SD nantinya. Dan hingga besok para pelajar masih melaksanakan ujian semester di masing-masing sekolah. Sedangkan, selama pelaksanaan USBN mulai hari pertama hingga terakhir ada kendala yaitu dalam pembagian naskah USBN. Di mana dalam amplop naskah USBN tertera matapelajaran Bahasa Indonesia, namun setelah dibuka naskahnya soal IPA.

Sehingga, dari Dinas Pendidikan Karimun membuat kebijakan untuk melakukan fotocopy naskah tersebut yang disaksikan oleh pihak pengawas dan sekolah hingga selesai sesuai dengan kebutuhan disekolah. Yang secara otomatis membutuhkan waktu dan diberikan dispensasi waktu bagi pelajar untuk menjawab lembar soal tersebut sesuai dengan waktu yang diberikan 2 jam.

”Jadi selama tiga hari, amplop naskah dengan isi ada yang berbeda. Tapi tidak semua sekolah, ada beberapa sekolah dan terjadi di Pulau Karimun, Kundur dan Moro. Namun, pelaksanaan USBN hingga hari terakhir berjalan lancar,” terangnya.

Ketidak sikronan amplop dengan isi naskah tersebut, tidak ada kesengajaan dikarenakan naskah USBN di datangkan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Dan sudah dibuat laporan secara tertulis kepada dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Sementara lembar jawaban di kumpulkan di Dinas Pendidikan Karimun untuk dilakukan pindai, yang kemudian akan diantar ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk menentukan penilaian lembar jawaban.

”Semuanya diserahkan ke Disdik Provinsi Kepri. Mudah-mudahan nilai anak-anak kita cukup memuaskan nanti,” kata wanita berjilbab ini. (tri)

Respon Anda?

komentar