Pemko Batam Kesulitan Kembangkan Pembangunan

438
Kota Batam dari udara.
foto: Yusuf Hidayat / bartampos

batampos.co.id – Polemik permasalahan lahan yang tak kunjung selesai antara BP Batam dengan Pemerintah Kota Batam memberikan dampak bagi pembangunan Kota Batam. Hal ini disampaikan Kepada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Yumasnur kepada Sekretaris Kemenko, Kamis (18/5).

“Sekarang itulah permasalahan yang terjadi, mereka (BP Batam, red) mengalokasikan lahan tidak sesuai dengan estetika kota, termasuk permasalahan ROW jalan yang dalihfungsikan,” kata Yumasnur.

Permasalahan ROW jalan yang semula 70 meter sekarang berubah menjadi 50 meter. Akibatnya saat dilakukan pelebaran jalan, pemerintah terbentur, karena pemilik lahan mengkalim tanah itu sudah dibeli, padahal itu ROW jalan.

“Setelah diselidki ternyata terjadi penurunan ROW sebanyak 20 meter,” ungkap pria yang akrab disapa Yu ini.

Demikian juga dengan drainase yang menjadi salah satu aspek penting sebelum memulai pembangunan. Yumasnur menyebutkan saat ini batasan antara satu developer dengan developer lain hanya satu gari saja, hal ini menyebabkan pengelolaan air buangan tidak bekerja efektif.

“Saat hujan makanya terjadi banjir, kami harus bagaimana menghadapi hal ini, sebab jika dilebarkan maka pemilik lahan tidak mau tanahnya diganggu,” keluh mantan Kadis Pekerjaan Umum ini.

Yumasnur menambahkan, bahkan 692 ruas jalan yang ingin diserahkan kepada Pemerintah Kota Batam tidak kunjung terealisasi. Pihaknya merasa kesulitan untuk membangun infrastruktur jalan disebabkan ketidak jelasan ini.

“Mereka klaim itu jalan mereka, tapi yang bangun pemko,” ujarnya.

Dia berharap dari kunjungan ini ada sesuatu yang baru yang bisa membawa perubahan bagi pembangunan kota. “Lebih cepat tentunya lebih baik, kami menunggu kejelasan permasalahan ini,” tutup Yumasnur.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam mengatakan saat ini Pemko Batam hanya ingin membangun infrastruktur Batam menjadi lebih baik. “Kita main koboi saja, urusan itu aset siapa urusan belakangan. Yang penting masyarakat Batam memiliki dan menikmati fasilitas yang memadai,” kata Amsakar.

Beberapa jalan yang rusak juga menjadi pekerjaan rumah Pemko Batam yang harus diselesaikan. “Kalau hanya bicara soal aset bisa tidak selesai pembangunan kota ini. Kami sudah minta, selanjutnya kita tunggu saja,” tutup mantan Kepala Disperindag ini.(cr17)

Respon Anda?

komentar