Wisman Malaysia dan Filipina Terpesona Sensasi Cave Tubing Kalisuci

sumber: indonesia-tourism.com

Warga Gunung Kidul, Jogja sudah semakin merasakan manfaat ekonomi dari pariwisata. Kebetulan Desa Sungai Gentung, Gunung Kidul juga dipaparkan sebagai salah satu jawara Desa Wisata versi Kemendes PDT dan Transmigrasi pada 13 Mei 2017 lalu.

Pada saat yang bersamaan, ada kabar baik bahwa penangan wisman ke Gunung Kidul semakin istimewa. Belasan wisatawan asal Malaysia dan Filipina yang masih basah, tampak terengah menaiki tangga. Namun ungkapan-ungkapan kepuasan terlontar dari bibir mereka.

“Amazing!” kata salah satu wisatawan dari Filipina. “Fantastic,” teriak Shahrul Ezam asal Kuala Lumpur, Malaysia.

Ya, mereka terengah karena harus naik tangga vertikal setinggi 60 meter setelah melakukan cave tubing selama 2 jam. Tapi ternyata semua itu tak mengurangi kepuasan mereka menelusuri sungai bawah tanah di dalam Goa Kalisuci.

Wisata cave tubing Goa Kalisuci berlokasi di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Lokasi ini berjarak sekitar 60 km atau 1,5-2 jam perjalanan dari kota Jogja.

Menurut Kepala Bidang Pemasaran dan Bina Usaha Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Yuni Hartini SP, MSi. cave tubing di Goa Kalisuci ini sebenarnya adalah wisata Cave tubing yang pertama di Indonesia, jauh sebelum Goa Pindul mulai menawarkan wisata yang sama.

“Bagi yang suka sedikit pacuan adrenalin, menelusuri sungai bawah tanah di dalam Goa Kalisuci ini sangat patut dicoba. Arusnya cenderung lebih kencang dibandingkan dengan sungai di dalam Goa Pindul. Dan ternyata pasar Malaysia dan Asean sangat menyukainya,” jelas Yuni.

Wisata cave tubing Goa Kalisuci ini dikelola oleh Pokdarwis (Kelompok Masyarakat Sadar Wisata) desa setempat. Ada 20an pemandu dari Karang Taruna. Disebut “Kalisuci” karena terdapat mata air dan aliran sungai yang tetap jernih meskipun ketika musim hujan. “Tapi kalau hujan kami tidak layani wisatawan. Demi keamanan,” ujar Sandros, salah seorang pemandu.

Faktor keamanan sangat diperhatikan oleh pengelola. Termasuk kelengkapan selama cave tubing. Setibanya Anda di basecamp Kalisuci, Anda akan ditemani oleh pengelola wisata Kalisuci (guide) untuk diberikan penjelasan singkat mengenai Kalisuci dan kegiatan yang akan dilakukan yaitu cave tubing Kalisuci. Semua ini dilakukan di Pendopo.

Setelah itu, barulah peserta cave tubing dibekali dengan pengarahan dan perlengkapan seperti jaket pelampung, headlamp, helm, pengaman lutut, pengaman kaki dan ban yang dijadikan saran menyusuri goa Kalisuci. Barang-barang bawaan seperti tas dan baju ganti, bisa dititipkan di loker dekat Pendopo ini. Anda pun bisa membeli kantong kedap air untuk kamera atau handphone Anda.

Setelah semua memakai perlengkapan, dimulailah aktivitas seru ini. Anda harus menuruni tangga tebing bebatuan yang cukup curam. Serunya sudah dimulai sejak perjalanan turun menuju pintu goa. Jalan turun dengan waktu tempuh sekitar 10 menit ini cukup seru! Asyik buat foto-foto.

Begitu sampai di bawah, aliran sungai yang jernih begitu menggoda. Berbeda dengan Pindul. Di Pindul, ban yang akan kita pakai harus dibawa sendiri. Di Kalisuci, ban itu akan “dikirim” dengan tali dari atas hingga di tempat awal start cave tubing. Untuk masuk ke sungai, bisa dengan melompat dari batu di pinggir kali atau turun dengan bantuan tali. Beberapa wisatawan Malaysia dan Filipina memilih sensasi “jumping”….Byuurrrr!

Petualanganan pun dimulai. Jarak tempuh cave tubing di Goa Kalisuci ini sekitar 500 m, dengan kedalaman air 1-3 m. Membutuhkan waktu 1,5-2 jam menyusuri keseluruhan goa yang ditawarkan oleh wisata cave tubing Goa Kalisuci. Mulai dari Goa Suci, Luweng Senglat, Luweng Geleng, dan terakhir Goa Mburi Omah. Di tengah perjalanan ada permainan keakraban di dalam air. Ada sesi foto di Batu Gajah. Baru kemudian lanjut lagi.

Dalam wisata cave tubing Goa Kalisuci ini kita akan ditemani oleh pendamping yang profesional. Selain mengarahkan perjalanan, mereka akan menjelaskan potensi dan cerita-cerita apa saja yang dimiliki oleh Goa-goa yang dilewati. Sesekali mereka melempar joke yang bisa membuat Anda tertawa.

“Ada banyak hewan kita temui. Ikan, udang, Kepiting. Sesekali buaya…,” kata pemandu.

Mendengar kata buaya….banyak yang teriak ketakutan. Tapi, pemandu lantas melanjutkan,” buaya darat…hahaha!” Semua pun tertawa.

Di sepanjang perjalanan susur sungai di dalam Goa Kalisuci kita akan menemukan pemandangan-pemandangan yang menakjubkan. Keindahan Stalaktit dan Stalakmit yang ada benar-benar akan membuat kita terpukau oleh keindahan di dalam perut bumi ini. Keluar dari satu goa ke goa berikutnya bisa melihat langit biru dan pepohonan di atas dinding atau tebing sungai.

Perjalanan dengan ban, tak hanya dalam arus yang landai. Ada kalanya arusnya menjadi deras karena ada jeram kecil. Maka, Anda pun akan meluncur cepat seperti didorong dengan kencang. Seru sekali!!

Untuk menikmati dua jam serunya cave tubing di Goa Kalisuci ini, kita hanya perlu mengeluarkan uang untuk membayar HTM sebesar Rp. 70.000.

Jika  Anda pecinta cave tubing, cobalah tempat ini: Cave Tubing Kalisuci. Lebih menantang, lebih eksotis, lebih lama waktunya. Lebih seru sensasinya! Jangan percaya kalau belum mencoba.

Di Bidakara Jakarta, Menpar Arief Yahya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-2 tahun 2017 pada 18-19 Mei 2017. Membedah amenitas berbasis Homestay Desa Wisata bersama Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, Kementerian Desa. Di Gunung Kidul Jogjakarta, masyarakat desa makin pintar membuat wisatawan happy.

Fragmen pemandangan yang melegakan nafas. Sebagai insan pariwisata, Mantan Dirut PT Telkom itu semakin yakin, akan kesuksesan program membangun Indonesia dari “pinggiran”, memperkuat desa, dengan aktivitas produktif. Ini seirama dengan spirit membangun 100 ribu homestay desa wisata yang ditargetkan Presiden Jokowi. (*)

Respon Anda?

komentar