Inilah buku jurnalis Maritim yang baru saja di launching beberapa waktu lalu di Perpustakaan Daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang. F. Nikolas Panama untuk batampos.

batampos.co.id – Kerja jurnalistik dianggap penting dan punya andil besar dalam pembangunan kemaritiman Indonesia. Terutama insan pers yang bertugas di wilayah perbatasan.

Atas dasar itu, Nikolas Panama, Trisno Aji Putra, dan Ahada Wahyusari menulis buku berjudul Pena di Batas Negeri: Catatan Jurnalisme Kemaritiman Kepri ditulis.

Para penulis ini sekaligus ingin mengapresiasi kerja para wartawan di Kepri yang turut bersumbangsih dalam pembangunan maritim melalui karya-karya jurnalistik mereka sejauh ini.

“Apalagi buku bertemakan jurnalisme kemaritiman belum ada. Kami menyusunnya sebagai upaya dokumentasi sehingga memudahkan bagi mereka yang membutuhkan informasi mengenai kemaritiman di Kepri,” kata Nikolas Panama, pada peluncuran buku ini di Studio Perpustakaan Daerah Kepri, Rabu (17/4).

Kendati disusun dengan judul ala feature, sambung Nikolas, buku ini tetap memiliki nilai ilmiah sebagai referensi rujukan. Mengurai dari informasi paling dasar semisal profil kemaritiman Kepri sampai tentang gagasan pembangunan ideal yang bisa digagas dalam memajukan kemaritiman Indonesia melalui Kepri.

“Kalau tak didokumentasikan dalam bentuk buku, kita tidak pernah akan tahu bahwa sejak 1976 hingga tajun 2000-an telah terjadi penyusutan jumlah pulau,” kata Nikolas.

Buku ini mendapatkan sambutan baik. Bahkan Ketua Dewan Pers Indonesia, Yoseph Adi Prasetyo sampai ikut memberikan pemikirannya pada buku jurnalisme kemaritiman ini tentang panduan peliputan kemaritiman yang baik dan tepat guna.

Harapan Nikolas dkk, media massa di Kepri bisa ikut lebih memberikan porsi terhadap karya-karya jurnalistik kemaritiman. “Bisa juga kan diberi rubrik khusus,” ujar Nikolas.

Pada peluncuran buku kemarin juga dilaksanakan diskusi publik yang turut melibatkan para mahasiswa dan wartawan yang berada di Tanjungpinang.

Nikolas yang juga berprofesi sebagai jurnalis, kepada para peserta diskusi, ingin mengabarkan bahwasanya dibalik sebuah karya jurnalistik yang baik, ada jerih-payah para wartawannya yang jarang diungkap ke publik.

“Sebab itu, kerja-kerja jurnalistik di bidang kemaritiman ini perlu diapresiasi,” pungkasnya. (aya)

Respon Anda?

komentar