Penyerapan Anggaran Rendah, Evaluasi Kinerja ASN

332
Wakil Bupati Lingga M Nizar f Wijaya

batampos.co.id – Wakil Bupati Lingga M Nizar menanggapi serius terkait realisasi anggaran APBD Kabupaten Lingga yang sangat minim pada triwulan pertama di tahun ini hanya menyerap anggaran sebesar 7,56 persen saja. Nizar juga meyakini, penyeparan anggaran yang minim akan berdampak pada perkembangan perekonomian di Kabupaten Bunda Tanah Melayu.

Untuk itu, Nizar mengatakan akan mengambil langkah serius menangani masalah tersebut dengan melakukan mengevaluasi dibeberapa bidang. Salah satu tindakan evaluasi yang diambil mantan ketua DPRD Lingga ini melakukan mutasi ASN dari berbagai OPD yang dinilai tidak mampu dan menempatkan ASN yang mau bekerjasama dan mampu berkerja dengan baik.

“Kasarnya, jika tidak sanggup sebaiknya sadar diri dan meletakan jabatan. Karena ini bukan kerja sendiri melainkan kerja tim semestinya saling membantu satu dan yang lainnya,” kata Nizar, Kamis (18/5) pagi.

Rendahnya penyerapan anggaran pada triwulan pertama di tahun ini, menurut Nizar karena banyak penyebab dan hal-hal teknis yang tidak mungkin diutarakan di depan publik. Yang pasti Nizar beranggapan karena banyaknya ASN di sejumlah OPD yang tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Nizar tidak menginginkan akibat satu ASN yang tidak mampu mengakibatkan seluruh ASN di Kabupaten Lingga menerima dampaknya.

Dari kondisi tersebut Nizar memberikan arahan awal, sebelum membentuk rapat bersama. Dia mengatakan agar inspektorat harus kuat, begitu juga dengan bagian keuangan dituntut mampu sehingga tidak hanya baku berpegangan kepada aturan semata. Birokrasi berbelit sudah lama ditinggalkan begitu juga halnya dengan administrasi.

Seperti yang diberitakan koran ini sebelumnya, Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Kabupaten Lingga Ajiz mengungkapkan realisasi anggaran APBD Kabupaten Lingga pada triwulan pertama tahun ini lebih rendah tiga persen dibanding dengan triwulan pertama tahun lalu.

Jika dari hitungan persenrasi, pada 2016 di triwulan pertama, penyerapan anggaran sebesar 10,04 persen sedangkan pada tahun ini di triwulan pertama hanya sebesar 7,56 persen saja. Jika di bagi empat triwulan semestinya realisasi anggaran harus mencapai 25 persen.

Lemahnya penyerapan anggaran ini menurut Ajiz disebabkan adanya perubahan administrasi dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga dari seluruh kegiatan mesti melengkapi serta merapihkan administrasi sebagai langkah pemerintahan yang baik. (wsa)

Respon Anda?

komentar