ilustrasi

batampos.co.id – Operasi Patuh Seligi 2017 telah berakhir pada Selasa (22/5) kemarin. Operasi Patuh Seligi yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum kepada pengendara lalu lintas ini, jajaran Sat Lantas Polresta Barelang telah menindak 1.672 pelanggar lalu lintas.

“Kepada pengendara yang melanggar, tidak semuanya kami lakukan penilangan. Ada juga kita berikan sanksi teguran pelanggarannya tidak fatal,” ujar Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Andar Sibarani.

Andar mengatakan, Operasi Pautuh Seligi digelar selama 14 hari di sejumlah titik di Kota Batam itu. Dalam operasi itu, 975 pelanggar dikenakan sanksi teguran. Sementara sisanya atau sebanyak 697 pelanggar dilakukan penilangan langsung.

“Barang bukti tilang yang kita sisa itu ada Surat Izin Mengemudi (SIM) sebanyak 205 berkas, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sebanyak 444 berkas dan kendaraan bermotor sebanyak 50 berkas,” bebernya.

Dijelaskan Andar, sebagian besar pelanggar lalu lintas tidak mempunyai SIM atau masa berlaku SIM nya sudah habis. Sehingga polisi melakukan penilangan dengan menahan STNK kendaraan bermotornya sebagai barang bukti untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Batam.

“Selain ikut sidang, kita juga menerapkan sistem e-Tilang dengan membayar langsung ke bank. Jadi, Operasi ini sekaligus untuk memperkenalkan sistem e-Tilang kepada masyarakat,” tuturnya.

Andar menambahkan, untuk kedepannya jajaran Sat Lantas Polresta Barelang akan bekerja keras untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum kepada pengendara lalu lintas dengan cara memasang berbagai spanduk di setiap pesimpangan.

“Kedepannya tetap kita akan lakukan patroli. Yang jelas, kita akan prioritaskan teguran kepada masyarakat yang melanggar,” imbuhnya. (cr1)

Respon Anda?

komentar