batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Bintan, menggelar acara temuh ramah dengan 43 investor di Bintan.

Pertemuan yang dilaksanakan di Bintan Agro Resort Kilometer 36 Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Rabu (24/5) lalu, ini membahas sejumlah persoalan yang menyangkut dengan keamanan, kenyamanan, serta sistem regulasi perizinan yang memberikan banyak keuntungan bagi para pemilik modal untuk berinvestasi di Kabupaten Bintan.

Kepala BP Kawasan Bintan Umar Shaleh menjelaskan ada banyak hal yang memberikan jaminan kemudahan bagi para investor asing untuk berusaha di Bintan.

Bahkan lanjut Shaleh pihaknya juga sudah membentuk forum diskusi lintas negara.

“Seperti di Kawasan Industri Lobam sudah memberikan side plant nya dan akan disampaikan ke forum diskusi yang ada di KBRI Singapura, karena sangat penting untuk meningkatkan investasi di Bintan,” ujar Shaleh.

Tak hanya itu, lanjutnya pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bintan untuk terus berusaha menjadikan Kawasan Lobam pusat menjadi Industri terpusat.

“Kita Sudah berkoordinasi dengan pak Yamin selaku Ketua Apindo Bintan. Di Lobam ada berbagai produk halal, tidak hanya kuliner, testil dan komestik. Ini tentunya akan menjadi peluang besar bagi para calon investor,” terangnya

Selain itu, dari segi keamanan, Kapolres Bintan yang diwakili Kasat Intelkam Polres Bintan, AKP Monang juga memastikan kondisi Bintan, sangat nyaman untuk dunia investasi.

“Kami memastikan kondisi di Bintan sampai sejauh ini masih sangat kondusif. Dan sangat cocok untuk berinvestasi, ” jelas Monang.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Bintan, Hasfarizal juga memastikan pihaknya akan terus memangkas jalur birokrasi dibidang perizinan untuk mempermudah para investor menanamkan modalnya di Bintan.

“Kami pastikan segala perizinan buat investasi sudah mudah, karena adanya pelayanan secara terpadu yang diberikan khusus bagi para investor,” terangnya.

Dirinya juga meminta kepada para investor untuk tetap menjamin kesejahteraan para buruh. Terutama menjelang lebaran sesuai dengan aturan THR yang harus dibayarkan kepada buruh.

Sementara itu, dari kalangan investor sendiri, menilai sistem regulasi perizinan masih dianggap ribet.

Abdul Wahab mewakili PT BRC Lagoi yang mengelola kawasan wisata di Lagoi, juga meminta kejelasan bagaimana caranya pihak asing bisa dengan mudah mendapatkan property Semacam apartemen di Kawasan Bintan.

“Kami butuh penjelasan mengenai regulasinya seperti apa. Mungkin kepada Imigrasi, bagaimana orang asing untuk bisa memiliki property,” tuturnya.

Dalam acara ini BP Kawasan Bintan juga memberikan piagam penghargaan kepada tiga investor yang dianggap paling banyak berinvestasi di Kawasan Bintan. Diantaranya PT Cedar Accesories, PT Bintan Hotel Utama (Canopi), serta PT Bintan Lagoon Resort. (cr20)

Respon Anda?

komentar