batampos.co.id РSekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS.
Arif Fadillah mengatakan dari hasil evaluasi progres
penggunaan APBD 2017, masih kurang menggembirakan. Bahkan, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun nada bahasanya sudah tinggi saat memimpin rapat evaluasi.

“Secara agregat progres pelakasanaan APBD 2017 ini baru
sekitar 23,4 persen. Tentu capaian ini masih belum
menggembirakan,” ujar Sekda Kepri, Arif Fadillah¬†di Aula Kantor Gubernur, Tanjungpinang, Selasa (30/5) lalu.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri
tersebut menjelaskan, melihat statistik pencapaian ini,
Gubernur meminta masing-masing OPD untuk bergerak cepat.
Sehingga di akhir tahun anggaran 2017 ini, capainnya sesuai
dengan target.

“Apalagi sekarang ini sudah mendekati Juni, secara fisik
kita masih belum terlihat. Faktanya sudah ada, hanya
kegiatan yang sudah dilakukan menyebar di daerah-daerah,”
papar Sekda.

Mantan Sekda Karimun tersebut juga menjelaskan, saat ini
sejumlah kegiatan-kegiatan strategis sedang dalam proses
lelang. Bahkan ada sebagian kegiatan baik itu
perencanaannya maupun pengerjaan fisiknya dilakukan dalam
satu tahun anggaran.

“Pelelangan juga membutuhkan proses, karena harus melewati
45 hari. Setelah itu, baru bisa dilakukan penandatanganan
kontrak kerja dengan pemenang lelang,” paparya lagi.

Diungkap Arif, sejumlah pembangunan strategis yang
dilakukan mengacu pada visi dan misi kepala daerah. Yakni
pengembangan kemaritiman, sehingga ada beberapa pelabuhan
lagi yang dibangun tahun ini. Selain itu tentunya
infrastruktur seperti jembatan dan jalan.

“Memang ada beberapa persoalan yang menghambat capaian
kegiatan kita. Seperti tertundanya pengesahan APBD 2017
dan lamanya proses pelelangan kegiatan,” jelas Arif.

Belajar dari keterlambatan yang teradi saat ini, untuk
penyusunan APBD 2018 nanti ditargetkan rampung pada
November. Sedangkan proses pelelangannya diupayakan jalan
pada Januari. Sehingga waktu yang ada bisa dioptimalkan
untuk pembangunan.

“Mudah-mudahan APBD tahun depan persoalan yang sama tidak
terjadi lagi. Sehingga pekerjaan yang direncanakan tidak
dikejar waktu,” tutup Arif Fadillah.(jpg)

Respon Anda?

komentar