Landasan Panjang, Alasan Luxembourg Pilih Hang Nadim

Apron baru Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Rabu (3/5). F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim memiliki panjang landasan pacu 4.025 meter. Merupakan bandara terpanjang se Indonesia dan nomor dua se Asia Tenggara. Panjangnya landasan ini membuat pesawat berbadan besar dari Eropa bisa mendarat mulus walaupun memuat penuh kargonya dan tangki avturnya.

Alasan inilah yang membuat Luxembourg memilih Hang Nadim menjadi pusat operasi kargo udaranya di Asia Tenggara. Dan Luxembourg memilih hengkang dari Singapura.

“Bandara yang memiliki landasan terpanjang ini, rancangan Pak Habibi. Inilah yang diharapkan beliau, Hang Nadim jadi sentral,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Andi Antono, kemarin.

Andi mengatakan bahwa BP Batam selama ini selalu memprioritaskan pembangunan terminal kargo. Kerjasama ini akan membuat BP Batam meningkatkan fasilitas, sarana dan prasarana yang ada. Sehingga dapat menunjang kelancaran arus kargo udara ini. Dan diharapkan masuknya Luxembourg, juga bisa diikuti dengan negara-negara lainnya.

“Secara fasilitas Hang Nadim sudah siap, tapi tentu ada beberapa yang perlu ditingkatkan,” tuturnya.

Salah satu sarana yang akan ditingkatkan yakni bangunan gudang. Andi mengatakan bahwa saat ini luas tempat kargo 1.680 m persegi. Dimana produksi kargo bandara dalam setahun mencapai 44 ribu ton. Kedepan kami akan membangun gudang baru seluas 1 haktare, diperkirakan dapat menampung barang hingga 600 ribu ton.

Mengenai rencana pembangunan bangunan kargo dan perluasannya, kata Andi direncanakan pada 2019.

“Tapi bisa disesuaikan jika nantinya Pemerintah jadi menandatangani MoU dengan Pemerintah Luxemburg. Infonya tahun ini di Bali,” tutur Andi. (ska)

Respon Anda?

komentar