Bandara Hang Nadim Batam. foto:yusuf hidayat/batampos

batampos.co.id – Bandara Hang Nadim akan berbenah demi memberikan pelayanan terbaik maskapai penerbangan kargo asal Luxembourg, Cargolux, yang akan menggunakan bandara tersebut sebagai pusat operasi kargo mereka di wilayah Asia Tenggara, setelah memutuskan pindah dari Singapura.

Direktur Jenderal Urusan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, Muhammad Anshor mengatakan pemerintah berencana merehabilitasi fasilitas cargo Bandara Hang Nadim dengan dana sebesar 448 juta dolar Amerika pada 2019.

Dengan demikian Hang Nadim yang memiliki runway terpanjang di Indonesia akan menjadi salah satu hub sentral transportasi udara di Indonesia.

Untuk masalah kesepakatan, Anshor belum bisa menjelaskan secara detail. “Pemerintah belum mengeluarkan informasi spesifik mengenai perjanjian, tapi telah didiskusikan dengan Kementerian Perhubungan dan telah dipersiapkan untuk dimulai,” katanya di Jakarta, 30 Mei lalu.

Direktur Promosi dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purnomo Andiantono menambahkan penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Perhubungan dari dua negara akan dilaksanakan pada September 2017 di Bali pada acara Asean-European Meeting (ASEM).

“Salah satu upaya kami adalah memperluas kargo. Sedangkan untuk nilai investasi dan teknisnya baru bisa diketahui setelah nota kesepahaman ditandatangani,” ungkapnya.

Persetujuan awal pemindahan Cargolux dari Singapura ke Batam terjadi pada 30 Mei lalu saat Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri Luxembourg, Jean Asselborn dalam pertemuan bilateral.

Di samping transportasi udara, nota kesepahaman itu juga akan menyepakati konektivitas digital, begitu juga dengan sektor keuangan dan perbankan.

Cargolux sendiri merupakan maskapai kargo dari salah satu negara terkecil di dunia ini. Meski dari negara kecil, namun Cargolux tercatat sebagai maskapai penerbangan kargo terbesar nomor enam di Eropa dengan jumlah armada 22 pesawat. Terdiri dari dua unit pesawat Boeing 747-400ERF, enam unit pesawat Boeing 747-400F, dan 14 unit pesawat Boeing 747-8F.

Maskapai ini didirikan Maret 1970 oleh Luxair, Salen Shipping Group, Loftleidir Icelandic, dan berbagai investor pribadi di Luksemburg. Mulai beroperasi pada Mei 1970 dengan satu pesawat kargo Canadair CL-44 yang melayani rute kargo Luksemburg ke Hongkong.

Dua tahun berikutnya, maskapai ini berkembang pesat. Pada 1973, Cargolux mempunyai lima Canadair CL-44 dan melompat ke era jet dengan membeli sebuah jet Douglas DC-8. Dengan armada baru itu, perusahaan ini bisa lebih cepat pengiriman kargonya.

Kemudian pada tahun 1974, Loftleidir Icelandic dan Cargolux menggabungkan departemen perawatan dan tekniknya bersama. Lalu pada 1975, Cargolux menikmati fasilitas baru kantor pusat baru dan dua hanggar pesawat.

Perusahaan ini terus tumbuh. Pada 1978, CL-44 Canadair mulai diistirahatkan setelah pesawat Boeing 747 pertama yang mereka pesan datang. Pada tahun yang sama mereka juga mulai terbang ke tempat lain di Asia, juga ke Amerika Serikat.

Tahun 1979, perusahaan ini menyelesaikan dasawarsa pertamanya, Boeing 747 pertamanya dikirim.
Cargolux Boeing 747-400F Boeing 747-8F CargoLux

Pada 1982, China Airlines menjadi perusahaan maskapai pertama yang menandatangani aliansi strategis bersama Cargolux. 1983 adalah tahun dimana terjadi pengenalan CHAMP (Cargo Handling And Management Planning) dan awal sejumlah penerbangan penumpang sewaan untuk Haji.

Tahun 1990 Cargolux menambahkan 2 Boeing 747 pada 1990, sebagai cara merayakan ulang tahun ke-20, dan pada 1993, tiga Boeing 747-400F tiba di Luksemburg. 1995, Cargolux mengadakan perayaan setahun penuh karena ulang tahun ke-25 dan Heiner Wilkens diangkat sebagai CEO dan Presiden.

Tahun 1997, Luxair mampu meningkatkan sahamnya hingga 34 persen, sementara di September 1997 Lufthansa menjual 24,5 persen kepada Sair Logistics dan Swiss Cargo membuat perjanjian kerjasama dengan Luxembourg. Kemudian pada 1998, Sair Logistics meningkatkan saham mereka menjadi 33 persen.

Pada 1999, armada Cargolux berlipat dua, dengan 10 Boeing 747. Tahun 2000 sebuah rute dibuka ke Seoul, Korea Selatan.

Tahun-tahun berikutnya hingga kini, armada Cargolux terus diperkuat dan rute baru terus dibuka ke berbagai negara. Kini perusahaan yang bermarkas di Bandar Udara Findel di Sandweiller, Luxembourg semakin kuat. Memiliki jaringan global yang luas dan mampu melayani 90 destinasi, baik itu di benua Eropa, Amerika, Asia, hingga Afrika.

Menariknya, armada yang mereka miliki mampu memuat kargo dalam jumlah banyak dan cepat, namun sensitif dengan temperatur tinggi. Sehingga membutuhkan perawatan khusus.

Negara Luxembourg juga ternyata merupakan investor dari Eropa terbesar keempat di Indonesia dengan nilai investasi pada tahun 2016 mencapai 181,9 juta dolar Amerika dari 117 proyek. Jauh meningkat dibanding tahun 2015 yang hanya 66,6 juta dolar Amerika dari 37 proyek.(leo)

Respon Anda?

komentar