Sayembara Senilai Rp 2,7 miliar dari Duterte

foto: philstar.com

batampos.co.id – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menawarkan imbalan bagi siapa saja yang bisa membawa kepala pemimpin Abu Sayyaf sekaligus pemimpin ISIS wilayah Asia Tenggara Isnilon Hapilon.

Jumlahnya 10 juta peso atau setara Rp 2,7 miliar. Itu menambah hadiah yang lebih dulu ditawarkan AS, yakni USD 5 juta atau sekitar Rp 66,4 miliar.

Duterte juga menawarkan imbalan masing-masing 5 juta peso atau Rp 1,3 miliar untuk kepala dua bersaudara pendiri kelompok militan Maute. Yaitu, Abdullah Maute dan Omar Maute.

’’Tawaran ini mencerminkan tekad pemerintah untuk mendapatkan para teroris itu hidup atau mati dan mengakhiri konflik di Marawi,’’ terang Kepala Urusan Publik Pasukan Militer Filipina (AFP) Kolonel Edgard Arevalo.

Militer Filipina berdalih, mereka kesulitan mengalahkan Maute karena mereka sudah membuat persiapan sejak jauh hari. Yakni, menyediakan bahan makanan, persenjataan, dan hal lainnya dalam jumlah besar di kota yang luasnya hanya seperempat Surabaya itu. Stok tersebut disembunyikan di sekolah-sekolah madrasah, masjid, rumah penduduk yang mendukung mereka, dan ruang bawah tanah yang didesain khusus agar tidak hancur meski dibom.

’’Di rumah-rumah yang kami ambil alih, kami melihat amunisi yang luar biasa banyak. Maute tidak akan kelaparan di sini meski nanti kami bertempur selama 2 bulan,’’ ujar Kepala Komando Militer di wilayah Mindanao Barat Mayor Jenderal Carlito Galvez. Saat ini masih ada sekitar 200 militan Maute yang bersembunyi di Marawi. (Reuters/Philstar/sha/c17/any)

Respon Anda?

komentar