ilustrasi

batampos.co.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menjalankan operasi meringkus jaringan bandar narkoba kelas kakap.

Operasi berjalan sukses. Petugas mengamankan 10 kg sabu-sabu, petugas menangkap dua orang tersangka.

Satu diantaranya berinisial Hen, oknum personel Polres Bengkalis berpangkat brigadir.

Hanya saja Hen saat penangkapan itu melakukan perlawanan hingga akhirnya terpaksa dilumpuhkan. Hen tewas setelah empat peluru menembus tubuhnya.

Diketahui 10 kg sabu-sabu yang diamankan itu akan diedarkan untuk bulan Ramadan dan Idul Fitri nanti.

Adapun pengungkapan narkoba ini berlangsung di dua lokasi. Pertama di Bengkalis dengan barang bukti 8 kilogram sabu-sabu dan 4 ribu butir pil Happy Five dengan total nilai Rp 7 miliar. Sementara lokasi lainnya di Dumai dengan barang bukti 2 kg sabu-sabu.

Mendengar Brigadir Hen tewas, Kapolda Riau Irjen Zulkarnain bergegas tiba di RS Bhayangkara Jalan Kartini, Pekanbaru pada Rabu (7/6). Dia didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Hariono, dan Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo.

Irjen Zulkarnain memaparkan, kualitas sabu-sabu yang diamankan kali ini sama dengan 40 kilogram sabu yang beberapa waktu lalu berhasil diungkap. “Itu (sabu) dari Malaysia, asalnya dari Cina,” ujar seperti dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Kamis (8/6).

Zulkarnain  membenarkan Hen merupakan seorang oknum polisi. Dia sudah lima bulan tak masuk kerja.

“Akan diproses sidang kode etik Polres Bengkalis. Dia tidak pernah datang sidang, ternyata edarkan narkoba,” terangnya.

Hen ditembak mati karena melawan petugas. Kapolda mengatakan Hen ditembak sekitar pukul 11.00 WIB di perjalanan dari Bengkalis ke Pekanbaru saat akan dilakukan pengembangan.

“Melawan anggota, ditembakkan dada sebelah kiri. Itu dia lalu melarikan diri, ditembak punggungnya tiga kali. Sesuai janji saya, kalau bandar ekspos di kamar mayat. Kami tidak akan main-main, sungguh pun oknum polisi kami sikat. Karena sudah meracuni generasi bangsa,” tegas Zulkarnain.

Dia menyebut, pengungkapan jaringan ini memakan waktu yang cukup lama. Dari penyelidikan pergerakan kelompok ini sempat jelas lalu redup lagi. “Ini sempat jelas, lalu mereka tiarap, lalu muncul lagi,” singkatnya.

Hen (42) yang beralamat di Asrama polisi Polsek Bengkalis, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis diamankan oleh Ditresnarkoba Polda Riau bersama Polres Bengkalis Selasa (6/6) pukul 18.30 WIB bersama YN (42) warga Kecamatan Bengkalis di Pelabuhan Roro Desa Air Putih Kecamatan Bengkalis. (ali/iil/JPG)

Respon Anda?

komentar