batampos.co.id – Ribuan unit ponsel pintar hasil tangkapan Bea Cukai Tipe B Batam menjadi rongsokan di gudang penyimpanan barang hasil tegahan.

“Totalnya ada 5.000 unit. Ponselnya sudah Android semua,” ujar Kepala Bea Cukai Tipe B Batam, Nugroho Wahyu.

Mestinya ponsel pintar tersebut bisa dilelang dan hasilnya masuk ke kas negara, namun hingga saat ini Kominfo belum mengeluarkan kebijakan untuk dilakukan pelelangan atau dimusnahkan. Pasalnya, jika nanti dihibahkan akan menimbulkan kebingungan terkait peruntukan dari ponsel itu.

“Makanya, timbul ide bahwa hape ini dimanfaatkan oleh penyuluh agama atau penyuluh di pedesaan. Jika nanti tidak digunakan, lama kelamaan akan menjadi rusak,” katanya.

Dikatakan Nugroho, sejauh ini pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada Komisi XI DPR RI untuk melanjutkan wacana tersebut. Namun, hingga saat ini Bea Cukai Batam masih menunggu realisasi dari wacana tersebut.

“Mereka sudah setuju, sekarang tinggal menunggu realisasinya saja,” tuturnya.

Nugroho melanjutkan, untuk barang-barang seperti minuman keras ataupun rokok, sudah ada aturannya bahwa barang itu tidak boleh dihibahkan dan harus dimusnahkan. Sementara, untuk barang-barang yang dihibahkan seperti sepeda, laptop dan sebagainya.

“Barang milik negara yang kita hibahkan seperti sepeda sebanyak 58 unit kita serahkan kepada panti asuhan. Dari pada barang itu nganggur dan nantinya rusak, makanya kita hibahkan,” katanya.

Selain itu, pada Rabu (7/6) lalu, Bea Cukai Tipe B Batam juga menghibahkan lima unit laptop dan 80 kilogram daging sapi hasil sumbagan pegawai Bea Cukai Tipe B Batam kepada masyarakat yang dinilai berhak dan sangat membutuhkan.

“Hibah ini merupakan sebagai bentuk kepedulian kita. Selanjutnya kita akan ada juga menghibahkan beras,” imbuhnya. (cr1)

Respon Anda?

komentar