Jelang Lebaran, Pedagang: Tahun Ini Pembeli Sepi

batampos.co.id – Dua minggu menjelang lebaran, beberapa pusat perbelanjaan tampak mulai dipenuhi warga Batam. Seperti yang terlihat di Mall Top 100 Batuaji dan Panbil Mall, Sabtu (10/6).

Berbagai model baju muslim terlihat dipajang dan ditawarkan. Mulai dari gamis, jilbab, baju koko, dan aneka tempat kue lebaran.

Arni salah seorang pedagang yang ikut membuka stan di Mal Top 100 menuturkan dua minggu menjelang lebaran belum ada peningkatan transaksi penjualan. Berbeda dengan tahun yang menurutnya lebih ramai.

“Yang berkunjung banyak tapi hanya tanya- tanya saja,” kata perempuan berjilbab pink ini.

Dia mengatakan untuk baju muslim tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yang masih didominasi gamis, hanya saja sekarang lebih kepada warna yang lembut dan senada.

“Untuk warna baju putih masih jadi primadona, selain itu warga cenderung membeli yang satu warna saja seperti pink pastel,” terangnya.

Harga baju yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp 120 hingga Rp 570 ribu. Dia menerangkan untuk baju gamis dibandrol mulai dari Rp 400 ribu, sedangkan baju biasa saja Ro 120 ribu, jilbab mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 170 ribu.

“Tergantung bahan dan modelnya juga,” ujarnya.

Dia menambahkan, biasanya pembeli mulai meningkat 10 hari menjelang lebaran, kalau sekarang masih banyak yangl lihat- lihat saja. “Setelah terima THR biasanya pada belanja,” ucapnya.

Warga Batam belanja baju lebaran dan sendal di Panbil Mall, Sabtu (10/6). Menjelang lebaran tempat perbelanjaan selalu ramai dikunjungi oleh warga. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Arni mengungkapkan menyambut lebaran ini dia juga membuka stan ditempat lain seperti DC Mal, dan Nagoya Hill untuk mendapatkan berkah.

“Biasanya penjualan meningkat dari hari biasanya, ini kesempatan bagi kami untuk mencari keuntungan juga,” tambahnya.

Pedagang lain, Umi juga menuturkan meski belum terlalu ramai penjualan baju muslim baik pria dan wanita sudah mulai meningkat bila dibandingka dengan hari biasa.

“Sudah pada beli, karena ada yang mau pulang kampung jadi mereka sudah beli lebih awal, untuk penjualan perharinya bisa mencapai enam hingga sembilan baju yang terjual dengan harga yang berbeda- beda,” ujarnya.

Lebaran tahun ini dirasa lebih sepi dari pada tahun sebelumnya, Dulu dua minggu jelang lebaran dia sudah merasa kewalahan menghadapi pembeli yang datang.

“Sepi tahun ini, tak tahu kenapa, karena banyak perusahaan yang tutup sehingga mereka tidak ada uang untuk berbelanja,” ungkapnya. (cr17)

Respon Anda?

komentar