Tato Bukan sekadar Seni, Ia ialah Luka Terbuka, maka…. Rawatlah

ilustrasi

batampos.co.id – Hendak merajah atau menato tubuh? Baca artikel ini sebelum melakukannya.

Awalnya sederhana saja. Seorang lelaki 31 tahun mentato kaki kanannya. Sang seniman tato sudah mewanti-wanti hal yang boleh dan dilarang dilakukan lelaki itu sampai tatonya sembuh. Salah satu yang terpenting, pastikan tato itu selalu bersih, dilindungi, dan dijauhkan dari hal-hal yang berisiko menginfeksi luka tersebut.

Pasalnya, setiap kali tubuh ini dirajah, ada bagian kulit yang pasti mengalami luka terbuka. Dan luka itu merupakan jalan masuk bakteri ke dalam tubuh. Semakin besar tatonya semakin besar risiki infeksi. Nanti, setelah melepaskan pelindung luka awal dan secara lembut membersihkan tato baru tersebut, seniman tato akan meminta kliennya rutin mengoleskan pelindung untuk anti-bakteri. Lakukan hal itu dengan rutin selama beberaa kali sehari sampai kulit benar-benar pulih.

Dan yang terpenting, pastikan tato baru itu tidak terkena air dalam jangka waktu lama. Jadi, mandi harus cepat, tidak boleh berendam, apalagi berenang. Tidak nyemplung ke kolam renang, kata para ahli, mengurangi risiko luka akan kemasukan bakteri berbahaya saat dalam proses pemulihan.

Dan sepertinya, deretan saran sehat itu tidak dijalani lelaki tersebut. Disebutkan dalam BMJ Case Reports, lelaki Latin dari Texas itu memutuskan untuk berenang di Selat Meksiko karena merasa tatonya sudah pulih.

Namun, tiga hari kemudian, dia masuk RS Parkland Memorial di Dallas dengan sakit parah di kakinya, Dia juga mengalami demam, kedinginan, dan bercak merah di kakinya. ”Dia adalah salah satu pasien tersakit yang pernah kami terima,” kata Dr. Nicholas Hendren, internal medicine resident di University of Texas Southwestern Medical Center dan pemimpin tim penulis di BMJ Case Report.

Ditambahkan Hendren, dalam waktu tiga jam setelah masuk RS, kondisi pasien semain memburuk. Bercak kemerahan semakin menghitam, lebih banyak memar, perubahan warna, dan ada kulit melepuh berisi air.

”Kondisinya memburuk dengan cepat. Tubuhnya terinfeksi bakteri dengan progresif. Dalam waktu singkat, ginjalnya sudah rusak,” sambungnya. Yang membuat buruk, lelaki itu memiliki kebiasaan minum bir. Sehari bisa lebih dari 12 kaleng bir. Setelah dites, lelaki itu positif mengidap Vibrio vulnificus, bakteri yang umum berada di lautan.

Dalam waktu dua bulan setelah masuk RS, lelaki itu akhirnya meninggal dunia. Dalam foto yang disajikan dalam jurnal tersebut, kondisi pasien memang terlihat berat. Pada tatonya ada luka mengangga, sebagian tubuhnya melepuh berisi air, bagian lain memiliki bercak-bercak merah.

”Bagi mereka yang sehat, bakteri tersebut jarang membuat sakit. Meski terinfeksi, orang yang sehat bugar biasanya akan sembuh sendiri tanpa harus ke RS. Tetapi pasien ini berbeda,” sambungnya, ”Dia sudah punya sakit liver dan diperkirakan ada infeksi yang berat,” ujarnya. Hendren juga menyarankan agar mereka yang baru memiliki tato untuk menjaga kebersihannya. ”Anggap tato itu sebagai luka terbuka yang membutuhkan perawatan ekstra.”(CNN/tia/JPK)

Respon Anda?

komentar