TPA Punggur.
foto:cecep mulyana / batampos

batampos.co.id РKepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam Dendi Purnomo memperkirakan  usia TPA Punggur dengan luas lahan 46 hektar daya tampung yang tersisa hanya delapan hingga 11 tahun.

Pernyataan ini disampaikan Dendi untuk menyikapi keputusan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang hanya siap menyerahkan 20 hektar TPA tersebut. Sekarang, dengan konsep sanitary landfill (menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkan, menutup sampah dengan tanah), lahan sudah sangat terbatas.

“Makanya kami masih keberatan. Kami tak punya tanah penimbun lagi, lahan yang terpakai saja sudah sekitar 20 hektar,” kata dia.

Karena lahan yang terbatas, pihaknya akan mengubah pola pengelolaan sampah dari menimbun menjadi gasifikasi, artinya sampah dikelola menjadi sumber energi. “Kita gesa proses swastanisasi dengan konsep waste to energy, merubah sampah jadi energi,” ucapnya.

Dia menyebutkan, kini ada 16 pihak swasta  yang berminat mengelola sampah dengan konsep waste to energy tersebut. Peminat tersebut ada yang berasal dari Jepang, Korea, Cina, Malaysia, Singapura hingga Belanda.

“Mereka sudah presentasi dan memiliki kemampuan, tapi yang jelas kami tetap lelang,”katanya.

Menurutnya, konsep tersebut direncanakan selesai tahun ini seiring menunggu Perda Bea Gerbang di DPRD Batam. “Targetnya tahun ini ada hasilnya, supaya batam bebas sampah 2020 ini sesui dengan target nasional,”ujarnya.

Sejatinya rencana pengelolaan sampah dengan konsep tersebut bukan barang baru, saat sampah diurus Dinas Kebersihan dan Pertamanan juga sudah didengungkan, namun hingga kini tak terealisasi.

“Dulu gagal lelang, pesertanya cuma tiga dan yang penuhi syarat satu. Kita ulang sekarang setelah perda beagerbang disetujui,” tutupnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar