Sejumlah warga mengunjungi Gurun Pasir bekas tambang pasir di Desa Busung Kecamatan Sri Kuala Lobam, Bintan, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Masuknya wisata Gurun Pasir Busung pada promosi wisata Bintan Resort Travel Agen Updateds 2017, tentunya menjadi peluang yang harus disikapi, terkhususnya bagi pemerintah yang harus memberikan perhatian khusus untuk tetap menjaga dan menata destinasi wisata tersebut agar tetap terjaga dengan baik.

Pengamat Ekonomi Politik Internasional Universitas Pasundan Bandung, Jawa Barat Tino Rila Sebayang, mengatakan wisata Gurun Pasir Busung yang dipromosikan secara internasional ini, tentunya menjadi sebuah peluang besar bagi Kabupaten Bintan untuk meningkatkan destinasi wisata guna menarik wisatawan sebanyak-banyaknya.

“Bintan dengan karakteristik alam dan bekas tambang yang saat ini menjadi fenomena baru untuk destinasi wisata, seharusnya tetap dijaga dan ditata dengan sebaik mungkin, agar menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan,” ujarnya di Tanjunguban, Selasa (13/6).

Dia menuturkan terkait dengan adanya kendala kepemilikan lahan, menurutnya pemerintah harus menyikapi ini dengan bijak, terutama soal pembangunan yang akan dilakukan.

“Bila tidak dapat dibangun, paling tidak kondisi destinasi wisata ini bisa tetap terjaga kealamiannya,” sebutnya.

Ia menambahkan untuk membangun suatu destinasi wisata menarik dan indah serta mempesona, tentunya beberapa daerah ataupun perusahaan harus mengeluarkan biaya hingga puluhan bahkan ratusan miliar. Namun untuk Gurun Pasir Busung yang menjadi destinasi wisata di Bintan, tidak memerlukan anggaran sebesar itu.

“Ini harus menjadi poin penting untuk memanfaatkan alam Bintan menjadi destinasi wisata untuk dikunjungi wisatawan internasional,” imbuhnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar