LLAJ Pasang rambu bantuan dari pusat di kawasan Pasar Dabo Singkep, Selasa (136) pagi. F. Wijaya Satria/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga mendapat bantuan atribut lalulintas antaranya, stik light, kerucut lalin, water barrier dan rompi dari Direktorat Jendral Perhubungan Darat. Bantuan ini ditujukan sebagai bentuk antisipasi rekayasa lalulintas demi keselamatan transportasi pada lebaran tahun ini.

“Seluruh bantuan tersebut murni kami dapatkan dari inisiatif kami untuk mendapatkan bantuan tersebut, walau khusus Provinsi Kepri tidak mendapat bantuan pada tahun ini,” ujar Plt Kasi LLAJ Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Adi Sutrisna ketika ditemui sedang memasang kerucut lalin di sekitar kawasan Pasar Dabo Singkep, Selasa (13/6) pagi.

Tahun ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyiapkan 3.329 rambu dan 639 lampu penerangan jalan di jalan nasional. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dalam periode Angkutan Lebaran tahun 2017. Bantuan ini difokuskan di 7 provinsi di Indonesia, namun Kepri tidak termasuk di dalamnya.

Selain rambu dan lampu penerangan jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga menyiapkan fasilitas perlengkapan lain seperti APILL (traffic light) sebanyak 10 Unit, Guardrail sebanyak 5.382 Meter, Variabel Message Sign (VMS) sebanyak 18 unit, dan Kamera CCTV sebanyak 50 unit.

Adi menambahkan, seluruh alat bantu lalulintas ini ditujukan untuk menciptakan kondisi lalulintas agar tertib sehingga meningkatkan keselamatan pengendara khususnya pada lebaran tahun ini. Selain pemasangan kerucut, Adi juga melakukan pengecekan berkala terhadap kendaraan sesuai dengan Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 10 tahun 2017 tentang pengecekan kelaikan kendaraan jelang lebaran.

Menurut Adi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Yusrizal telah memerintahkan pihaknya untuk melakukan pengecekan terhadap seluruh kendaraan yang ada di wilayah Bunda Tanah Melayu ini. Dalam pelaksanaan pengecekan kelaikan kendaraan ini Adi mengaku menemui sejumlah truk yang tidak memiliki surat.

“Yang lebih gawat lagi, seluruh truk yang kami periksa tidak menggunakan perisai kolong. Tapi kami sudah berikan peringatan kepada semua untuk melengkapi kelengkapan yang wajib bagi kendaraan,” ujar Adi.

LLAJ akan terus melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan secara berkala di sejumlah lokasi di Kabupaten Lingga ini. Hal ini, aku Adi, untuk menciptakan kenyamanan trnasportasi serta kendaraan lainnya saat melaju di jalan raya serta tidak menimbulkan kecelakaan yang berdampak pada orang lain atau kendaraan lain. (wsa)

Respon Anda?

komentar