Gubernur Kepri Nurdin Basirun berdiskusi dengan Bos Panbil Group Johanes Kennedy, terkait investasi di Kabupaten Karimun, Selasa (13/6). F. Humas Pemprov untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Pulau Karimun segera memiliki wajah baru. Wajah yang semakin menggairahkan investasi, kepariwisataan dan proyek infrastruktur yang memicu pergerakan ekonomi.

Hal ini sering investasi yang ditanam Panbil Grup, sebuah usaha di bawah pimpinan Johanes Kennedy. Mereka segera memulai proyek reklamasi, untuk pembangunan ferry terminal terpadu. Keinginan untuk mewujudkan wajah baru Karimun ini langsung mendapat dukungan penuh Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Dalam perbincangan di Best Western Hotel, Panbil, Batam, Selasa (13/6) petang, Nurdin dan Jhon tampak saling mendukung agar proyek prestisus ini berjalan sesuai perencanaan.

“Tiap daerah di Kepri memiliki potensi masing-masing. Pemilihan mereka di Karimun karena memang melihat potensinya. Kawasan ini juga sangat dekat dengan pasar,” kata Nurdin.

Gubernur juga berkali-kali menawarkan potensi Batam, Natuna, Lingga, Bintan, Tanjungpinang dan Anambas ke sejumlah investor dan pengusaha. Nurdin ingin tiap daerah tumbuh dan memakmurkan rakyat dengan memanfaatkan potensinya.

Karena ada ketertarikan itu Gubernur memang meminta Johanes Kennedy sebagai pengusaha nasional untuk membangun Karimun. Pemprov Kepri kata Nurdin akan mendukung penuh, termasuk membantu tentang perizinan di pusat.

“Dengan pembangunan pelabuhan yang bagus, tourisma akan berkembang dan mereka akan datang,” kata Nurdin.

Sejumlah perizinan memang belum selesai. Menurut Jhon, pihaknya akan segera memulai aktivitas perencanaan dan desain perencanaan kawasan terpadu di Tanjung Sebatak Karimun dan pada hari Kamis (15/6) besok. Pihaknya akan berkunjung bersama Consultan Royal Haskonin dari Belanda dan AECOM Consultan terkemuka dari Amerika untuk memulai Perencanaan Pembangunan kawasan itu.

Jhon memasang standar tinggi untuk proyek di Karimun ini. Semuanya, kata Jhon, berstandar internasional.

Kamis ini Jhon membawa sejumlah tim untuk memulai kick of meeting atau awal mula pembangunan proyek. Dua perusahaan kelas dunia langsung dilibatkan Jhon, yaitu Royal Haskonin dan AECOM.

Jhon menyebutkan Royal Haskonin merupakan perusahaan reklamasi tertua di dunia. Sudah lebih dari 150 tahun terlibat dalam berbagai proyek reklamasi di dunia. Perusahaan ini juga berpengalaman dalam marine study.

“Mereka akan mengkaji dan menentukan titik terbaik di Tanjungsepatah Karimun. Juga kajian apakah perlu penahan gelombang laut,” kata Jhon.

Royal Haskoning juga akan menjadi advisor untuk reklamasi di sepanjang Coastal Area. Karena kebanyakan pelabuhan di Indonesia seperti di Tanjungperiuk, Kuala Tanjung, Surabaya mereka yang terlibat.

“Di Karimun, kita memulainya dengan skala internasional,” kata Jhon.

Jhon tak menyebut detil nilai investasinya. Namun perkiraan Rp1triliunan rupiah akan dikucurkan.

Sementara untuk konstruksi, Jhon melibatkan AECOM, perusahaan konsultan tertua tentang arsitektur dan studi lainnya. Jhon yakin karena perusahaan ini paling maju di enginering. Mereka adatang dengan tim lengkap dari Jakarta dan Singapura.

Pada wajah baru Karimun ini, tak hanya ferri terminal yang disiapkan. Di sini juga dibangun water boom, thame park. Terminalnya langsung tersedia mall, hotel, dan tempat makan seafood.

Tak lebih dari dua tahun, Jhon yakin ferry terminal ini bisa dioperasikan. Menurut Jhon proyek terpadu ini juga melibatkan banyak pihak. Seperti Provinsi, Pemkab Karimun, KSOP, Timah dan lainnya. (bni)

Respon Anda?

komentar