Salah satu pebalap liar memacu kendaraannya di Jalan Basuki Rahmat. F: Osias De/batampos.

batampos.co.id – Jalan Basuki Rahmat, depan eks kantor Gubernur Kepri, di Tanjungpinang masih menjadi lokasi favorit untuk para remaja menggelar balapan liar. Polisi pun diminta tegas terhadap aksi yang sangat membahayakan keselamatan yang meresahkan warga pengguna jalan raya.

Iklan

Apalagi aksi para remaja kebut-kebutan di jalan raya tersebut setiap malam hingga menjelang subuh selama bulan Ramadan seperti sudah menjadi tradisi. Sebab, aksi pacu motor tersebut sangat diminati anak muda. Hal itu terlihat dari berjejernya kendaraan bermotor yang berhenti untuk menyaksikan balapan secara ilegal itu.

“Kami sampai harus mencari jalan lain agar tidak lewat jalan yang dijadikan tempat balapan itu,” ujar Imam,34, salah seorang pengendara motor.

Dikatakan Imam, ia pun harus berhati-hati jika tetap ingin melewati jalan tempat para remaja tersebut memacu kendaraannya.

“Terpaksa kami jalan agak menepi. Karena mereka (pebalap) itu kan menguasai jalanan,” katanya.

Untuk itu, Imam berharap, pihak Kepolisian agar menindak tegas aksi balap liar yang sangat membahayakan dan meresahkan pengguna jalan lainnya.

“Kalau dibiarkan bisa semakin menjadi balapan disana itu. Polisi harus tegas, biar ada efek jera nya dan tak ada lagi balapan liar disitu,” kata Imam.

Sementara itu, salah seorang remaja yang ditemui di lokasi balapan liar tersebut, Jaka, 16, mengatakan ia bersama sama temannya hanya menyaksikan pacu motor. Karena aksi tersebut sangat seru untuk di tonton.

“Tak berani kami ikut balap kayak gitu. Menonton itu saja sudah seru kok,” ujarnya.

Sementara saat ditanya, apakah tidak takut diamankan Polisi karena menonton balapan secara tidak resmi itu. Jaka, mengaku takut. Namun, ia dan teman-temannya langsung kabur jika dari kejauhan melihat petugas.

“Kan kalau misalnya Polisi datang itu ada kodenya. Jadi kami langsung kabur kalau dapat kode Polisi datang kesini (lokasi balap),” ucapnya.

Terpisah, Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, melalui Kasat Lantas, AKP Krisna Ramadhan Yowa, yang dikonfirmasi terkait masih maraknya aksi balapan liar di Jalan Basuki Rahmat, mengatakan pihaknya selama ini sudah berusaha untuk menertibkan aksi ilegal tersebut. Namun, memang pihaknya dan juga para pebalap seperti kucing-kucingan dimana saat petugas datang kesana, para pebalap bersembunyi.

”Setiap kami datang kesana, mereka (pebalap liar) menghilang ada yang duduk di kafe dan ada yang menghilang entah kemana. Tapi, begitu kami pergi. Mereka main lagi disitu. Intinya kami tetap melakukan patroli rutin ke lokasi itu,”ujar Krisna.

Dikatakan Krisna, pihaknya juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk dari orang tua. Sebab, kebanyakan para pebalap liar tersebut di dominasi oleh para remaja. Selain itu, pihaknya juga memiliki kendala dalam penertiban itu.

”Personel kami sangat terbatas, karena ada yang jaga pagi, ada yang jaga pasar tumpah di sore hari dan juga pengamanan Mesjid di malam hari saat tarawih. Untuk itu, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengawasi anaknya,” kata Krisna.

Untuk itu, sambung Krisna, pihaknya juga meminta agar orang tua tidak mengizinkan anaknya yang belum cukup umur untuk membawa motor. Hal itu, sebabagai salah satu cara untuk menghindari anak untuk berbuat yang negatif.

”Balapan liar ini dominasi remaja. Jika anaknya keluar dengan membawa kendaraan, agar di ingatkan kembali untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” pungkas Krisna.(ias)