batampos.co.id – Badan Logistik (Bulog) Tanjungpinang menambahkan kuota beras sejahtera (rastra) di Pulau Tambelan sebanyak 9.450 Kilogram (Kg) atau 9,45 ton. Sebab jumlah warga miskin di kecamatan terluar milik Kabupaten Bintan itu mengalami penambahan 105 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Tahun ini jumlah warga miskin mengalami kenaikan 105 KK. Jadi rastra yang kami distribusikanpun ditambah sebanyak 9,45 ton,” ujar Pendamping Rasta Kecamatan Tambelan, Rusdiansyah Agil, kemarin.

Awalnya, kata Rusdiyansyah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bintan penerima rastra 2016 di Tambelan sebanyak 501 kepala keluarga (KK). Namun setelah ada pendataan lagi terjadi kenaikan sebanyak 105 KK maka jumlah KPM ditahun ini menjadi 606 KK.

Begitu juga pendistribusian berasnya, lanjut Rusdiyansah yang biasanya disuplay sebanyak 45.090 Kg atau 45,09 ton mengalami kenaikan menjadi 54.540 Kg atau 54,54 ton.

“Berasnya udah dikirim Bulog ke Tambelan. Sampainya, Sabtu (10/6) dan mulai dibagikan Selasa (13/6). Semua beras itu disebarkan ke tujuh desa dan satu kelurahan di kecamatan itu,” bebernya.

Ditanya rastra yang diteima masing-masing KPM, Rusdiyansah mengaku satu KPM berhak mendapatkan beras 15 Kg perbulannya dengan harga Rp 1.600 per Kg. Jadi dari Januari-Juni ini mereka berhak mendapatkan 90 Kg rasta tersebut.

Rastra yang dibagikan ini, sambung Rusdiyansah merupakan beras premium produk Indonesia. Sedangkan sumber anggaran rasta ini berasal dari APBN.

“Penerima rastra ini bedasarkan data BPS. Jadi agar tidak terjadi keliruan diminta pihak kecamatan melakukan verifikasi ulang,” jelasnya.

Rusdiyansah menambahkan pendistribusian rasta kali ini mengalami keterlambatan. Namun masalah itu bukan dikarenakan faktor kesengajaan melainkan sulitnya mencari transportasi laut menuju pulau yang berjarak 120 mil dari ibukota Kabupaten Bintan.

“Semoga Bulog tak hanya sekedar mendistribusikan rasta saja di kecamatan ini. Tetapi juga mau menggelar operasi pasar murah menjelang lebaran sehingga bisa mengantisipasi terjadinya kenaikan harga,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar