batampos.co.id – Pengelola kapal roll on roll off (roro) mengeluarkan kebijakan melarang truk untuk berangkat dari Pelabuhan Parit Rampak. Aturan ini dikeluarkan untuk menjamin kelancaran arus keberangkatan penumpang yang berangkat menggunakan roro, tujuan Tanjungbuton dan Pekanbaru.

”Kita sudah koordinasi dengan pihak ASDP selaku pengelola kapal roro, memang mulai hari ini (kemarin, red) jika ada truk yang akan naik ke atas kapal, maka untuk sementara ditunda dulu. Yang akan didahulukan adalah penumpang dan kendaraannya. Baik itu sepeda motor atau mobil pribadi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karimun, Fajar Horizon Abidin kepada Batam Pos, Rabu (14/6).

Dengan kebijakan ini, kata Fajar, diharapkan kelancaran arus mudik lebaran tahun ini dapat berjalan dengan baik. Apalagi, dalam sepekan terakhir keberangkatan penumpang menggunakan kapal roro sudah mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan sekolah-sekolah sudah mulai libur. Pihaknya juga menghimbau agar dalam melaksanakan mudik tidak terlalu banyak membawa barang-barang.

Dikatakan Fajar, truk baru bisa naik roro jika seluruh penumpang dan kendaraan sudah naik dan masih tersisa tempat.

“Jika penumpang sudah naik semuanya dan kapal masih memungkinkan untuk mengangkut truk, maka hal ini dapat dilakukan. Intinya, mendahulukan penumpang dan mobil roda empat dari pada truk. Sehingga, tidak terjadi penumpukan penumpang dan mobil di kawasan pelabuhan. Selain itu, kita juga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Menyinggung tentang penambahan armada kapal roro, Fajar menyebutkan, sampai saat ini belum ada informasi untuk melakukan penambahan. ”Hanya saja, untuk kapal roro yang berangkat dari Batam tujuan ke Pekanbaru tidak lagi singgah di Tanjungbalai Karimun. melainkan sudah langsung. Hal ini sangat positif, sebab kapal dari Karimun juga bisa langsung berangkat ke Pekanbaru dan keesokan harinya bisa kembali lagi ke Karimun,” paparnya. (san)

Respon Anda?

komentar