batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, Kementerian ESDM menargetkan penerangan listrik akan dilakukan pemerataan di Natuna.

Pemerintah Daerah kata Hamid, sudah melakukan pertemuan Kementerian Polhukam dan Kementerian ESDM terkait kondisi kelistrikan di Natuna.

“Kementerian ESDM sudah diperintahkan pak Presiden. Tahun 2019 mendatang, ditargetkan seluruh pulau di Natuna terang, tidak boleh gelap lagi,” kata Hamid kepada masyarakat dalam kunjungan safari ramadan di Kecamatan Pulau Tiga, Rabu (14/6) kemarin.

Tahun lalu kata Hamid, sudah tiga Kecamatan dilayani listrik PLN. Yakni Kecamatan Pulau Tiga, Kecamatan Pulau Laut dan Kecamatan Subi. Dan dalam target Presiden untuk Natuna, listrik sudah merata.

“Tidak hanya itu, penerangan listrik di pulau -pulau menyala 24 jam. Tidak lagi hanya menyala 12 atau 7 jam sehari,” kata Hamid.

Dikatakanya, target pemarataan kelistrikan di Natuna berbeda dari daerah lain. Karena Natuna adalah daerah perbatasan. Sehingga PLN tidak harus mempertimbangkan untung ruginya menghidupkan listrik di Natuna.

“PLN di Natuna itu disubsidi Pemerintah, soal untung ruginya, Kementerian ESDM yang urus. Lagi pula PLN bisa subsidi silang” ujar Hamid.

Sejauh ini kelistrikan di Natuna masih jaub dari negara tetangga. Hanya wilayah Kecamatan Bunguran beroperasi 24 jam. Namun kondisi di pulau-pulau, hanya menyala 12 jam hingga 14 jam setiap hari.

Warga di pulau-pulau, hanya diberikan pelayanan listrik di malam hari. Sementara pada siang hari, listrik padam total.(arn)

Respon Anda?

komentar