Jamin: Jangan Korbankan Investasi

336

batampos.co.id – Sepinya order telah memukul industri galangan kapal di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam. Kondisi ini semakin diperparah dengan kebijakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri terkait rencana memindahkan 2 kapal rig milik salah satu perusahaan galangan kapal di perairan Lobam.

Pengelola Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam Jamin Hidajat mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini bergejolak. Dengan ini, Sebaiknya pemerintah, pengusaha, pekerja dan masyarakat mencoba menciptakan peluang pekerjaan. Seperti persoalan pemindahan dua kapal rig dari perairan Lobam, Jamin mengatakan, bukan pengusaha yang menempatkan kapal rig di perairan Lobam merupakan kewenangan dar Syahbandar.

Menghadapi persoalan ini, Jamin mengatakan, seharusnya pemerintah fleksibel menyesuaikan regulasi yang ada di masa sulit saat ini. Jika ada persoalan investasi yang kurang sesuai dengan undang-undang, asalkan tak prinsip sebaiknya aturannya disesuaikan.

“Saya tidak bilang diubah, tapi disesuaikan,” kata Jamin usai menggelar buka puasa bersama karyawan serta masyarakat di Wisma BIIE Lobam, Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam, Kamis (15/6).

Soal persoalan ini telah dilaporkan ke Kementerian Koordinator Kemaritiman (Kemenkomaritim), Jamin menyebut, itu sah-sah saja. Dari kaca matanya, ia menyebut, pengusaha mendatangkan rig untuk bisnis dan menempatkan rig di lokasi saat ini tentu sudah diperhitungkan.

“Kalau mau dipindah (ke Pangkil) berapa duit? Banyaklah, kapal itu tidak bisa jalan sendiri, harus ditarik kapal juga,” cetusnya.

Jamin berharap pemerintah mau tahu kondisi pengusaha. “Jangan
kaku, ajaklah ngomong dulu. Karena, pengusaha telah melakukan semua kewajibannya. Apa yang tidak dibayar,” katanya.

Intinya, kata Jamin, pemerintah harus memikirkan semuanya. Di kawasan itu, ada ribuan pekerja yang mengantungkan nasib pada rig tersebut.

“Jangan kita yang dikorbankan. Juga harus dipikirkan, pekerja. Kalau pekerjaan kurang, nanti ada yang dicut karyawannya. Inilah yang terjadi di mana-mana, mungkin Saipem juga demikian di belakangnya,” katanya.

Persoalan investasi juga, kata Jamin, Presiden terus mengingatkan untuk menjaga investasi. Keberadaan kapal rig adalah sebuah investasi di Pulau Bintan.

“Karena itu, peran semua pihak terutama masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan, kondusifitas usaha, dan iklim investasi, sehingga investasi bertahan,” tukasnya. Di kesempatan itu, PT BIIE menyerahkan bingkisan lebaran kepada masyarakat desa dan kelurahan se Kecamatan Seri Kuala Lobam dan memberikan santunan kepada Yayasan Ar Rahman Bintan. (cr21)

Respon Anda?

komentar