Gara-gara Kentut, Gray Harus Bangun-ulang Rumahnya

Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos)

Pembaca batampos.co.id, tentu pernah mersakan sebelnya saat bau kentut. Padahal itu kentut manusia. Yang sekali bau lalu menghilang tanpa bekas.

Nah, bagaimana jika yang mengeluarkan bau tak sedap itu seekor sigunga?

Gara-gara kentut sigung pula, sebuah keluarga di Latrobe, Pennsylvania, harus mengungsi. Bahkan, mereka membangun ulang rumahnya.

Sebab, bau kentut hewan dengan bulu belang yang khas itu menempel. Juga tidak hilang-hilang.

”Kami mengganti semua bagian rumah. Lantai, atap, tembok. Kami membangun mulai nol lagi,” kata Scott Gray, si pemilik rumah.

Dia menceritakan, ”bencana” gas itu terjadi tujuh bulan lalu. Si sigung masuk rumah Gray lewat pintu kecil tempat anjingnya biasa lewat. Dua hewan itu pun berlarian di sekeliling rumah. Tidak lupa, si sigung juga ”menebar” kentut di hampir semua tempat.

”Kami tidak menyangka bahwa dampaknya bakal seperti itu,” imbuhnya.

Si pemilik rumah mengganti seluruh bagian rumah, termasuk kayu fondasi, karena bau si sigung tidak kunjung hilang. Selama renovasi itu berlangsung, seluruh keluarga Gray mengungsi di apartemen.

”Kami habis USD 30 ribu (Rp 399,3 juta) buat perbaikan. Sebab, kerusakan ini tidak ditanggung asuransi,” paparnya sebagaimana dikutip WPXI.

Gray menjelaskan, pihak asuransi hanya menerima klaim kebocoran gas atau polusi gas kimia. ”Rasanya seperti mengalami kebakaran, tapi rumahnya utuh. Bahkan lebih parah dari kebakaran karena kami nggak bisa mengajukan ganti rugi,” keluhnya. (Yahoo/fam/c11/ttg)

Respon Anda?

komentar