Pasar Murah, Kendalikan Harga Komoditi

255
Ilustrasi

batampos.co.id – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemko Batam menggelar pasar murah di Kelurahan Tiban Indah, Sekupang, Sabtu (17/6). Pasar murah ini langsung diserbu warga sesaat setelah lapak dagangan dibuka.

Ketua TPID Kota Batam, Jefridin mengatakan pasar murah merupakan upaya pemerintah dalam mengintervensi harga di pasaran yang beberapa waktu lalu tinggi.

“Terbukti, setelah pasar murah yang pertama, harga di pasaran kembali normal, dan beberapa diantarnya malah turun jauh dari harga sebelumnya,” kata Jepridin.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam ini mengungkapkan pasar murah ini untuk mengendalikan inflasi.

“Kami coba susun dan ajukan anggaran murni tahun depan khusus untuk pasar murah ini. Rencananya pasar murah ini akan dilaksanakan dua kali di bulan Ramadan, dan satu kali jelang Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Bentuk intervensi yang dilakukan pemerintah ini ternyata sangat berdampak untuk harga di pasaran dimana bawang putih yang sempat melambung hingga Rp 55 per kilogram (kg) nya turun menjadi Rp 35 ribu per kg. Sedangkan di pasar murah warga bisa beli hanya Rp 20 ribu per kg.

“Jauh lebih murah, karena kami langsung menggandeng distributor dan tidak ada profit dalam kegiatan ini,” ujar pria yang pernah berprofesi sebagai guru ini.

Jepridin menambahkan, kondisi perekonomian Batam yang tengah lesu ini, setidaknya pasar murah bisa menjadi penyeimbang dan harga di pasaran kembali stabil.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Pemko Batam,  Zurniati mengatakan antusias warga untuk berbelanja di pasar murah sangat tinggi.

“Karena satu jam sebelum pasar dibuka mereka udah pada antre dan
menunggu,” ujarnya.

Harga yang ditawarkan juga jauh lebih murah dibandingkan harga pasar diantaranya, daging sapi beku dijual Rp 76 ribu per kg, cabai merah Rp 18 ribu per kg, sayur kangkung Rp 6 ribu per kg, gula Rp 12 ribu per kg, beras Rp 45 ribu per 5 kg, minyak makan dua liter Rp 21.500, telur Rp 34 ribu per satu papan atau 30 butirnya.

“Lebih murah Rp 4-6 ribu bila dibandingkan dengan harga pasar,” ujarnya.

Di tempat berbeda, warga juga menyerbu keberadaan pasar murah yang digelar di Pasar Fanindo, Batuaji. Pasar yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dimanfaatkan warga untuk berburu kebutuhan menjelang hari raya Idul Fitri.

“Saya tadi beli telur untuk buat kue lebaran, karena lebir murah saya beli dua papan sekaligus,” kata Asnah warga Aviari, Batuaji. (cr17)

Respon Anda?

komentar