Wali Kota Batam Rudi (dua dari kiri) bersama Ketua BP Batam Hatanto Reksodipoetro saat rapat dengan Kementerian Perekonomian di Swiis Bell Hotel, Selasa (31/5/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto Reksodipoetro diundang menjadi salah satu keynote speaker pada sebuah pertemuan antara Kadin Indonesia di Singapura dengan sejumlah pebisnis negeri jiran itu yang tergabung dalam Singapore Business Federation (SBF) beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, para pebisnis Singapura menanyakan dan meminta penjelasan dari Hatanto terkait kondisi Batam yang terkesan overlaping atau tumpang tindih kewenangan antara BP Batam serta Pemko Batam.

Kepada batampos.co.id, Direktur Promosi Investasi dan Humas BP Batam, Andi Antono mengungkapkan bahwasannya Hatanto dengan tegas menjelaskan ke para pengusaha Singapura bahwasannya tidak terjadi overlaping antara BP Batam dan Pemko Batam. Bahkan ia katakan tidak ada masalah besar antara kedua institusi tersebut.

“Overlaping tidak ada. Semua berjalan pada koridor masing-masing. Untuk pelayanan kemasyarakatan seperti pendidikan, agama, sosial dan kesehatan menjadi tanggungjawab Pemko Batam. Sedangkan untuk urusan investasi asing dan lahan ada di BP Batam,” ujar Andi Antono mengutip pernyataan Hatanto dalam forum tersebut.

Jadi menurut Andi Antono, sebetulnya tidak terjadi suatu masalah besar sperti yang didengar para pengusaha di Singapura seolah-olah terjadi overlaping dengan adanya BP Batam dan Pemko Batam di kota ini.(spt)

Respon Anda?

komentar