Remaja Diperkosa Lalu Diancam Akan Disantet

1299

batampos.co.id – Seorang gadis remaja sebut saja Bunga, di Desa Tapau Natuna menjadi korban kekerasan seksual oleh tetangga sendiri.

Kapolsek Bunguran Timur Kompol M Sibarani mengatakan, kejadian keji dialami Bunga pada 11 April lalu. Namun baru sekarang dilaporkan oleh orangtuanya ke Polsek.

Bunga yang masih dibawah umur dipaksa melakukan persetubuhan oleh SM, 40, warga setempat. Awalnya korban dibujuk dengan iming-iming dibelikan sepeda motor.

“Korban ini sempat ketakutan tidak menceritakan kejadian dialaminya kepada orang tua. Namun akhirnya terbongkar setelah orangtuanya merasa curiga dengan perubahan sikap anaknya. Lalu dilaporkan ke Polsek” kata Sibarani, Jumat (16/6).

Dikatakannya, saat ini korban sudah divisum. Dan terlapor sudah diamankan untuk lakukan pemeriksaan. Dan dapat Diancam  pasal 81 ayat 1 dan ayat 2 UURI nomor 35 tahun 2014.

Dicerikan Sibarani kajadian pada hari Selasa (11/4) sekira pukul 13.00 WIB. Korban datang k rumah terlapor untuk meminta jambu. Selesai meminta jambu korban berniat untuk pulang, namun tidak jadi karena terlapor mengajak korban untuk masuk ke dalam rumah.

Pada awalnya korban menolak untuk masuk ke rumah, namun terlapor menjanjikan akan di belikan parfum, handphone dan sepeda motor. Mendengar hal tersebut barulah korban menerima ajakan untuk masuk ke dalam rumah. Setelah di dalam rumah, korban di ajak masuk ke dalam kamar. Namun korban menolak,  karena menolak terlapor memaksa korban dengan cara menarik tangan korban.

Setelah di dalam kamar, terlapor membuka paksa pakaian korban. Setelah pakaian korban terbuka selanjutnya terlapor juga membuka pakaiannya kemudian memaksa korban untuk melakukan persetubuhan.

“Korban berupaya menolak namun karena terlapor tenaganya lebih kuat, sehingga korban tidak mampu untuk melakukan perlawanan dan terlapor berhasil melakukan persetubuhan. Selesai melakukan persetubuhan korban di ancam jangan menceritakan peristiwa tersebut kepada keluarganya apabila diceritakan korban akan disantet oleh terlapor,” jelas Sibarani.(arn)

Respon Anda?

komentar