batampos.co.id – Momen hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah merupakan ajang untuk saling memaafkan dan bersilaturahmi antara satu dan lainnya. Tak terkecuali Warga Binaan (WB) Rutan Kelas IA Tanjungpinang.
Dihari nan Fitri, mereka juga dapat berkumpul dengan keluarga. Karena pihak Rutan memberikan kelonggaran waktu besuk sejak hari pertama lebaran hingga hari ketiga.
Waktu besuk sendiri di mulai sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. WB Rutan sebanyak 354 orang yang terdiri dari 289 laki-laki, 17 perempuan dan 19 anak laki-laki dapat berlebaran bersama keluarga.
“Kalau hari biasa jam besuk hanya 20 menit. Namun, saat lebaran kami kasih kelonggaran. Agar WB dan keluarga dapat saling bercengkrama dan melepas rindu,” ujar Rony, kemarin.
Dikatakan Rony, pada lebaran kemarin. Pihaknya mencatat 1.053 orang mengunjungi keluarganya di hari pertama Idul Fitri. Sedangkan di hari kedua terdata 631 orang dan hari ketiga sekitar seratusan orang.
“Data pastinya belum direkap berapa total jumlah kunjungannya,” kata Rony.
Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya hak yang tidak dinginkan, sambung Rony, pihaknya memperketat pengamanan saat kunjungan berlangsung.
“Alhamdulillah tidak ada masalah. Semuanya berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP),” ucap Rony.
Diterangkan Rony, dalam Idul Fitri, 48 WB Rutan Tanjungpinang mendapatkan remisi pengurangan masa tahanan selama satu bulan. Sedangkan satu orang diantaranya langsung menghirup udara bebas.
“Yang bebas itu, langsung dapat melenggang keluar dari pintu Rutan. Itu setelah kami serahkan berkas remisi untuk yang bersangkutan,” terangnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Lisa, 24, mengatakan senang dapat mengunjungi abang kandungnya di Rutan Tanjungpinang dengan durasi besuk yang cukup lama. Ia pun memanfaatkan waktu tersebut untuk bercengkerama dan melepas kangen.
“Lumayan lama waktu yang diberikan. Saya dan ibu dapatlah melepas kangen dengan abang saya yang ditahan di Rutan,” pungkasnya.(ias)

Respon Anda?

komentar