Kisah Miris Istri Anggota ISIS

batampos.co.id – Pembaca, berikut ulasan Jenan Moussa, reporter Arabic TV yang berhasil menemui istri-istri anggota ISIS yang berhasil melarikan diri.

Cerita yang mereka paparkan bikin miris. Sebagian besar adalah ungkapan rasa cemburu karena suami-suami mereka memiliki budak seks dan menghabiskan banyak uang untuk itu. Sementara, untuk urusan bunuh membunuh, para istri ini seolah tidak peduli.

Disebut sebagai istri putus asa dari Raqqa, mereka curhat di salah satu rumah penampungan di kota kecil Ayn Issa, sekitar 48 kilometer dari Raqqa, Syria. Dalam pembicaraan itu, mereka menolak mengutuk tindakan sadis suami-suami mereka yang membunuh orang lain.

Tetapi, mereka lebih menggebu menceritakan bagaimana suami-suami mereka dan kroni-kroninya membayar sampai Rp 133 juta demi budak seks yang masih perawan. Yang bikin shock, mereka mengakui anak gadis muda mulai usia sembilan tahun, juga menjadi korban pemerkosaan para suami-suami ini.

Ada tujuh perempuan yang berbicara dengan Moussa. Bersama anak-anak mereka, istri-istri ini menceritakan mengenai lelaki yang berlabel suami. Lelaki yang saat ini tidak jelas keberadaannya. Mungkin sudah meninggal atau masuk penjara.

Perempuan-perempuan ini berasal dari berbagai negara. Libanon, Tunisia, Dagestan, dan Syria. Suami-suami mereka pun berasal dari berbagai negeri. Prancis, Malaysia, Tunisia, dan Turki.

”Suami saya punya aplikasi budak seks di teleponnya. Dengan aplikasi itu suami saya dan temannya membagi foto-foto perempuan muda yang ditangkap. Ada harga untuk perempuan-perempuan itu. Mulai Rp 26 juta sampai Rp 133 juta,” kata seorang istri yang bersuami orang Lebanon.

”Itu adalah pasar untuk budak seks. Mereka membagi foto dari budak-budak yang mereka miliki dengan make-up terbaik. Banyak sekali tekanan antara istri dengan budak seks mereka. Beberapa istri bahkan menceraikan suami mereka karena itu,” sambungnya.

Jenan Moussa duduk bersama dua perempuan istri anggota ISIS yang membagi cerita mereka. (Twitter Jenan Moussa)

Ditambahkan perempuan yang tidak disebutkan namanya itu, para suami pemilik budak seks tersebut menghabiskan banyak uang untuk membelikan piaraannya make-up mahal, baju, dan aksesoris,” tuturnya.

Salah seorang yang diwawancarai bahkan mengaku pernah menjadi budak seks juga. Dia mendapat tawaran dari banyak lelaki ISIS. Tetapi, dia hanya menerima satu lelaki. Yaitu Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin ISIS.

”Baghdadi punya empat istri dan 15 budak seks,” sambungnya.

Moussa yang datang ke kamp penampungan istri “terbuang” menemukan beberapa perempuan Indonesia yang mengaku menjadi korban ISIS. Tetapi, orang-orang Indonesia tersebut menolak diwawancarai Moussa. (thetimes/dailymail/tia/JPK)

Respon Anda?

komentar