Presiden Joko Widodo saat mengunjungi lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) didamping Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo mengetahui ada perusahaan berusaha di Indonsia tapi tercatat (listing) di luar negeri.

Jokowi menyindir agar perusahaan yang telah  listing di luar negeri tersebut juga tergerak untuk mencatatkan sahamnya di lantai  Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kita ingin agar perusahaan yang masih listing di luar negeri agar masuk ke bursa kita,” kata Jokowi saat mengunjungi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Selasa (4/7).

Jokowi mengungkapkan bahwa saat ini  banyak perusahaan yang beraktivitas dan menjalankan usahanya di Indonesia, namun tercatat di luar negeri. Meski tak memaksa, namun dia berharap perusahaan-perusahaan tersebut bersedia bergabung di BEI.

“Kan mengajak enggak memaksa nanti diundanglah, kita ajak baik-baik,” tuturnya tertawa.

Yang menarik, Presiden menyatakan secara sukarela siap menemui perusahaan-perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di bursa luar negeri untuk mengajak mereka listing di Indonesia. Jokowi menyebut perusahaan tersebut seperti perusahaan pertambangan dan perusahaan sawit.

“Masa produksi di Indonesia, berkebun di Indonesia, tapi listing di luar negeri,” sindir Jokowi. (cr1/JPG)

Respon Anda?

komentar