Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Taman Bunga, Karimun. Rabu (5/7). F. Tri/Batam Pos.

batampos.co.id – Sudah sepekan lewat hari raya Idul Fitri 1438 H berlalu, aktivitas bongkar muat di pelabuhan taman bunga kembali normal. Sehingga, berbagai kebutuhan sandang dan pangan di Karimun yang dipasok dari luar daerah dapat didistribusikan ke toko-toko.

”Benar, sudah 5 hari aktivitas bongkar muat di pelabuhan Taman Bunga kembali aktif. Kapal-kapal kargo yang membawa barang-barang, dapat dibongkar dan langsung diantar ke toko-toko pemesan,” jelas Dirut BUP Karimun Indrawan Susanto, kemarin (5/7).

Begitu juga di pelabuhan Parit Rampak, aktivitas kembali normal seperti hari-hari biasanya. Namun, saat ini belum ada kapal yang bersandar membawa kebutuhan masyarakat. Kemungkinan besar dalam beberapa hari lagi, akan masuk kapal-kapal kargo dari Jakarta.

”Secara umum semua sudah kembali normal. Baik di pelabuhan antar pulau yang ada di pulau Karimun, Kundur dan Moro,” ungkapnya.

Sementara ditanya, kapan relokasi pelabuhan bongkar muat tersebut direalisasikan, Santo mengaku masih dalam proses penyelesaian administrasi di tingkat pusat. Sedangkan, fasilitas yang kurang sesuai permintaan dari pusat sudah dipersiapkan.

”Sabar dululah, semua perlu proses. Sebab, wilayah pelabuhan Parit Rampak termasuk wilayah FTZ. Jadi perizinannya jangan sampai berbenturan dengan aturan FTZ,” jawabnya.

Lanjutnya, keberadaan pelabuhan Parit Rampak selain sebagai pelabuhan bongkar muat barang. Juga, difungsikan untuk pelabuhan Roll on Roll off (Roro) antar kota maupun Provinsi. Dimana, pelabuhan Roro tersebut cukup tinggi aktivitasnya.

”Intinya, kita urus perizinannya sekaligus semuanya. Jadi pelabuhan Parit Rampak bisa multifungsi, serta dapat dikembangkan beberapa tahun ke depan,” kata Santo.

Pantauan di pelabuhan Taman Bunga, para buruh sibuk mengangkut barang-barang yang turun dari pelabuhan karga menuju mobil lori. (tri)

Respon Anda?

komentar