Bila ke Pekanbaru Jangan Lupa ke Pasar Bawah

foto: surgariau.blogspot.com

Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman terpaksa kembali naik ke atas panggung. Meskipun dia telah mengakhiri sambutan pada Majelis Jamuan dan Ramah-Tamah dengan Kontingen Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2017 di Gedung Daerah, Kamis (6/7) malam.

Gubernur yang karib disapa Andi Rachman melakukan itu karena merasa lupa mengenalkan pesona Pasar Bawah sebagai pasar wisata yang menarik dikunjungi. Tempat yang wisata belaja bagi wisatawan yang ada di Pekanbaru.

“Saya lihat yang hadir ini banyak ibu-ibu. Saya merasa perlu mengenalkan Pasar Bawah sebagai Pasar Wisata. Pasar Bawah ini bahkan sudah masuk menjadi salah satu nominasi Anugerah Pesona Indonesia dari Kementerian Pariwisata,” ucap Andi.

Hal tersebut mengundang perhatian tamu yang hadir dari berbagai daerah di Tanah Air itu. Banyak orang-orang bilang, kalau belum sampai ke Pasar Bawah berarti belum berwisata ke Kota Pekanbaru, Riau.

Pasar Bawah telah menjadi salah satu lokasi wajib yang harus dikunjungi ketika datang ke Riau. Tempat ini merupakan pasar tertua di Kota Pekanbaru, berada persis tepian Sungai Siak dan Pelabuhan.

Pasar tersebut merupakan pusat perbelanjaan yang banyak menyediakan barang-barang antik, pernak-pernik aksesori rumah tangga, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pasar Bawah bukanlah pasar yang menyajikan aneka sayuran, buah-buahan, bumbu-bumbu masak. Melainkan menyajikan aneka oleh-oleh khas Riau dan juga luar negeri.

Jika pengunjung ingin memperoleh barang dari negeri tetangga tanpa harus terbang ke negara tersebut, lebih baik berkunjung ke Riau dan datang ke Pasar Bawah. Di sana, oleh-oleh dari Malaysia, Singapura, Italia, dan masih banyak negara lain tersedia untuk dibeli.

Kawasan itu juga terkenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan barang elektronik bekas yang berasal dari luar negeri. Tentunya dengan harga ‘miring’, seperti keramik dari Cina, karpet dari Timur Tengah, tas wanita dari Italia, dan aneka guci serta patung.

Terdapat pula beragam barang-barang elektronik dan berbagai jenis makanan kecil yang hampir semuanya merupakan produk luar negeri.

Tersedia juga berbagai jenis makanan khas Riau seperti Lempuk Durian, Dodol Kedondong, Ikan Salai, Ikan Asin, selain itu juga tersedia kerajinan khas Riau seperti Batik Riau, Tenun Riau, Baju Melayu Khas Riau dan lainnya.

Aksi naik panggung lagi, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman itu cukup membuat Menpar Arief Yahya tersentuh. Apalagi sesuatu yang terlupa adalah mempromosikan destinasi wisata di Pekan Baru.

“Langkah improvisasi yang sangat bagus! Belanja dan kuliner adalah destinasi yang membuat wisatawan banyak mengeluarkan uangnya,” kata Menpar Arief Yahya.
(*)

Respon Anda?

komentar