batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karimun, mengungkapkan bahwa wilayah Kabupaten Karimun hingga saat ini masih menjadi lahan empuk bagi jaringan narkoba dalam mengembangkan bisnis haram tersebut.

Dari hasil survei yang survei yang dilakukan Puslitkes Universitas Indonesia dengan BNN di Kepri pada tahun lalu. Dan penyelundupan narkoba rata-rata, datang dari negara tetangga melalui jalur laut dengan berbagai modus yang dilakukan.

”Hingga semester pertama tahun 2017 ini, Karimun tetap menjadi daerah transit bagi pengedar narkoba. Dan paling dominan jenis narkoba rata-rata sabu-sabu yang diselundupkan melalui jalur laut,” jelas Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karimun Kompol Ahmad Soleh Siregar, kemarin (7/7).

Dan yang terakhir ini pihak BNN Kepri dan BNN Karimun, melakukan pengungkapan sabu-sabu seberat 21,5 kilogram pada pekan lalu di lorong samping hotel Tanjungbalai. Dengan tersangka 3 orang yang sudah diamankan, langsung dibawa ke BNN Kepri untuk dilakukan pengembangan kasus lebih lanjut.

”Rata-rata berasal dari Malaysia yang akan diedarkan wilayah Kepri dan Riau. Selain sabu-sabu juga ada ganja kering dan bibitnya,” tuturnya.

Lanjutnya, modus pelaku membawa barang haram tersebut dibungkus dengan bentuk kemasaran produk. Tujuannya, agar dapat mengelabuhi para petugas. Baik itu petugas BNN maupun petugas Bea Cukai, Kepolisian dan instansi terkait.

”Setiap tahun pasti ada kenaikan terhadap penyelundupan narkoba yang masuk ke wilayah Karimun. Kita terus tetap melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait, dalam rangka pencegahan masuknya narkoba,” kata Ahmad.

Sementara Ketua DPW LMB Kepri Datuk Panglima Azman Zainal ketika dimintai tanggapannya mengatakan, dengan seringnya penangkapan terhadap pelaku pembawa narkoba dari luar negeri oleh pihak aparat baik itu BNN, Polri, BC, TNI. Berarti Karimun menjadi daerah primadona sebagai daerah transit mengedarkan narkoba ke daerah-daerah lainnya.

”Kalau kita hitung-hitung lumayan banyak narkoba yang masuk ke Karimun. Sejak awal tahun 2017 sudah berapa puluh kali pengungkapan narkoba oleh pihak aparat,” ungkapnya.

Dirinya memberikan apreasiasi kepada penegak hukum yang telah berhasil menangkap para pelaku pembawa narkoba. Sebab, pemberantasan narkoba di Karimun harus terus ditingkatkan sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib generasi penerus bangsa kedepannya. Namun demikian, tidak bisa sampai disitu saja. Tapi semua komponen masyarakat harus ikut berperan aktif terhadap pemberantasan narkoba.

”Kita mulai dari keluarga dahulu, untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak akan bahaya narkoba. Itu paling penting untuk mencegah terkena narkoba terhadap generasi muda, selain peranan tokoh masyarakat, tokoh pemuda maupun lainnya secara umum,” tuturnya. (tri)

Respon Anda?

komentar