Kadisduk: Ajukan Akta Bisa Lewat Telepon Genggam

Sejumlah warga Batam melakukan pengurusan surat akta lahir di Kantor Dinas Pendudukan Kota Batam di Sekupang, Rabu (5/7).F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Bagi warga yang ingin mengurus akta kelahiran anak, tidak perlu lagi repot-repot antre di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam. Pasalnya saat ini Disdukcapil bersama Kominfo Kota Batam tengah menyusun satu wadah online permohonan pembuatan akta

“Sekarang masyarakat sudah bisa daftar online seperti saat mengajukan pembuatan paspor,” kata Kepala Disdukcapil Kota Batam, Said Khaidar, Senin (10/7).

Sering meningkatnya pengajuan akta lahir, terutama memasuki masa sekolah, dan itu mengakibatkan terjadinya antrean yang panjang, untuk itu pihaknya menyiapkan terobosan ini untuk menyelesaikan permasalahan akta ini.

Warga yang ingin mengajukan permohonan pembuatan akta lahir ini, warga cukup menyiapkan beberapa persyaratan pembuatan akta lahir seperti surat keterangan lahir dari bidan, KTP orangtua, KK, surat nikah orangt, dan beberapa syarat lainnya jika dibutuhkan.

“Semua discan dan dikirim ke surel (surat elektronik), tambahkan nomor telepon yang bisa dihubungi, nanti akan dikabarkan melalui pesan singkat atau SMS,” ujarnya.

Warga tidak perlu antre dan menunggu lama, karena semua akan dikabarkan melalui pesan singkat tersebut, kapan bisa diambil aktanya.

“Cukup dari telepon genggam saja semua bisa diurus, ini bentuk kemudahan yang kami rancang demi meningkatkan pelayanan publik,” sebutnya.

Said menambahkan sehari-harinya pengajuan pembuatan akta mencapai 30 hingga 50 perharinya. Jumlah ini meningkat 100 persen jika memasuki masa sekolah,” bebernya.

Sebelumnya Disdukcapil juga telah membuka pelayanan pembuatan akta lahir di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, dan Kelurahan Tiban Lama, Sekupang.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, adanya sistem online ini merupakan salah satu bentuk usaha dan upaya pemko Batam dalam menghindari pungutan yang sering terjadi di bidang pelayanan.

“Nah di online ini tidak ada pertemuan yang terjadi antara warga dan pihak pelayanan yang membuat terjadinya deal dibelakang meja, ini akan lebih transparan,” kata Rudi saat menghadiri Halal bi Halal di Kecamatan Sekupang.(cr17)

Respon Anda?

komentar