Gubernur Kepri Nurdin Basirun memukul gong pada pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) 2017 Kepri di Hotel Nagoya Hill, Lubuk Baja, Selasa (11/7). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Kepri termasuk tujuh daerah yang warganya memiliki gizi terbaik di Indonesia. Bahkan, Kepri diwacanakan menjadi daerah tujuan berobat sehingga tak perlu lagi ke luar negeri.

Hal itu dibahas dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) 2017 Kepri bertema “Sinergitas daerah dalam implementasi pendekatan keluarga dan gerakan masyarakat hidup sehat di Kepri”. Acara ini digelar di Hotel Nagoya Hil, Lubukbaja, Selasa (11/7)

Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang membuka rapat mengatakan, kesehatan menjadi pondasi utama dalam pembangunan. Jika sakit, seseorang tidak akan maksimal dalam bekerja, baik itu dalam dunia pemerintah, politik, ekonomi dan lainnya.

“Kesehatan pondasi pembangunan. Sangat penting dan itu harus diutamakan,” kata Nurdin saat memberi kata sambutan didepan ratusan peserta Rakerkesda. Dilanjutkan Nurdin, anggaran untuk kesehatan tak boleh  dipotong sedikitpun. Karena itu menyangkut hal besar perkembangan di Kepri dari segi apapun. Ditahun 2017 anggaran yang telah digelontorkan pemerintah pusat untuk Kepri sebanyak Rp 220 miliar. Bahkan usulan anggaran Rp 600 miliar untuk tahun 2018 sudah terverifikasi oleh pemerintah pusat.

“Yang lain boleh devisit, tapi jangan anggaran untuk kesehatan. Karena kita sudah menyusun langkah terbaik untuk perbaikan kesehatan di Kepri,” terang Nurdin.

Bahkan, kata Nurdin. Investor yang ingin berivestasi di Kepri menanyakan seperti apa pelayanan kesehatan di Kepri. Diantaranya pelayanan dan lokasi rumah sakit.

“Syarat investasi itu ya kesehatan. Untuk memajukan investasi, kami memenuhi permintaan investor, meski hanya masih janji-janji saja. Namun itu pasti akan dipenuhi,” jelas Nurdin.

Rapat Kerja Kesehatan daerah Provinsi Kepri di Batam yang berlangsung 10-12 Juli 2017 dihadiri Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek dan jajarannya, serta kepala daerah, kepala rumah sakit umum daerah (RSUD) dan pukesmas se-Kepri.

Menteri Kesehatan Nila mengakui kesehatan masyarakat di Kepri semakin baik. Hal itu diduga masyarakat Kepri yang kerap mengkonsumsi ikan dengan protein tinggi.

“Bisa dikatagorikan nawacipta kelima yang berkualitas. Dengan jaminan kesehatan untuk masyarakat,” terang Nila kepada peserta Rakerkesda.

Dikatakan Nila, pendekatan keluarga sangat penting untuk mewujudkan masyarakat sehat. Namun keinginan pribadi menjadi ujung tombak dari kesehatan.

“Saya melihat rumah sakit di Kepri berkembang cukup bagus. Namun saya berharap rumah sakit jangan hanya memikirkan benefit, tapi lebih kekesehatan masyarakat,” ujar Nila.

Bahkan ia berharap pemerintah daerah bisa memaksimalkan penggunaan anggaran agar memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat. Jangan sampai anggaran yang telah digelontorkan, terbuang sia-sia. Padahal pemerintah pusat sangat mendukung untuk kesehatan masyarakat di daerah.

“Anggaran sebisanya harus direncanakan dengan baik. Termasuk dalam anggaran obat-obatan. Dan kendala dalam kesehatan harus bisa dilihat dengan cermat,” pungkas Nila. (she)

Respon Anda?

komentar