batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun melalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana memberikan pembelaan mengenai lulusnya putra Sekda Kepri, Said Farhan Khalik melalui jalur beasiswa di Fakultar Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Menurutnya, putra Sekda hanya mengikuti jalur beasiswa, tetapi pembiayaan pendidikan murni dari kantong pribadi Sekda.

“Program ini adalah murni gagasan Pak Gubernur, karena sejak duduk sebagai Gubernur ia menginginakan ada dokter yang lahir dari kalangan hafiz. Dalam hal ini, putra Pak Sekda Kepri masuk dalam kategori tersebut,” ujar Kadinkes Kepri, Tjetjep Yudiana kepada Batam Pos, Selasa (11/7)

Ditegaskan Tjetjep, lahirnya gagasan ini sebelum TS. Arif Fadillah
dilantik sebagai Sekda Kepri defenitif. Masih kata Tjetjep, untuk
menghindari berbabagai prangsangka buruk masyarakat, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Dekan. Menurut Tjetjep, segela bentuk biaya putra Sekda akan menjadi tanggungjawab Pak Sekda. Artinya tidak sedikitpun menggerogoti APBD Kepri.

“Sejak awal Pak Sekda sudah menolak untuk mengikuti jalur ini. Karena khawatir terjadinya pro dan kontra seperti sekarang ini. Akhirnya Pak Sekda hanya mengikuti prosesnya saja, bukan menikmati beasiswanya,” tegas Tjetjep.

Mantan Pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu juga mengatakan, dari dari 14 peserta Kepri bisa meluluskan 7 putra dan putrinya untuk menimba ilmu di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Disebutkan Tjetjep, jurusan utama yang dituju adalah Kedokteran dan Profesi Dokter. Akan tetapi, hanya putra Sekda yang passing grade mencukupi. Sedangkan yang lain tidak, tentu ini sesuatu yang istimewa bagi Kepri.

“Kedepan bisa sama-sama kita awasi, dan saya bisa jamin Pak Sekda akan menggunakan dana pribadinya untuk menuntaskan biaya pendidikan putranya itu,” tegasnya lagi.

Selain itu, Tjetjep juga garansi bahwa semua peserta yang lulus
semuanya sudah mengantongi Surat Keterangan Hafiz dari pihak sekolah masing-masing. Disebutkan Tejtjep, putra Sekda Kepri adalah merupakan seorang hafiz alquran sebanyak 30 juzz dan menyelesaikan pendidikannya dengan baik di SMA Tahfiz Darul, Tangerang, Banten yang merupakan binaan Ustadz Yusuf Mansur.

Lebih lanjut katanya, untuk mereka yang lulus tetap akan diikat dalam sebuah komitmen. Yakni akan mengabdi untuk pembangunan kesehatan di Provinsi Kepri kedepannya. Disamping itu juga, mereka dituntut untuk meningkatkan kehafizannya lebih baik lagi.

“Karena prestasi mereka harus luar biasa, bahkan Indeks Prestasi
Komulatif (IPK) minimal ada 2,75. Dibawah itu terancam diputuskan programnya,” papar Tjetjep.

Ditambahkannya, bagi yang tidak lulus, Pemprov Kepri tengah berupaya memberikan ruang bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan di Politeknis Kesehatan (Poltekes) sudah bermitra dengan Pemprov Kepri. Sama hal dengan yang berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah, biaya pendidikan akan ditanggung penuh oleh Pemprov Kepri.

“Gubernur sangat menginginkan dokter-dokter Kepri punya keimanan dan ketaqwaan yang kuat. Layaknya Ibnu Sina yang sudah menyumbangkan banyak hal dibidang ke Dokteran,” tutup Tjetjep. (jpg)

Respon Anda?

komentar