Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Gintoyono Batong menyebutkan akhir bulan Juli ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam
akan menggelar rapat terkait proyek yang akan ditunda akibat defisit.

Sebelumnya disebutkan, Pemko Batam diperkirakan akan mengalami defisit hingga Rp 241 miliar, tahun ini. Namun sebelumnya, kini pihaknya menunggu laporan progres proyek lelang di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Tunggu data dari OPD dulu,” katanya, Rabu (12/7)

Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaporkan terkait realisasi proyek fisik di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Hal ini dilakukan karena akhir bulan Juli ini seluruh proses lelang proyek-proyek yang dapat dimungkinkan untuk dilaksanakan tahun ini harus selesai, jika tidak demikian proyek akan dilanjutkan tahun depan.

“Surat sudah kami sampaikan ke mereka (OPD, red).  (Proyek) kalau tak lelang-lelang, kapan bangunnya,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebutkan dampak defisit tak bisa dielakkan dan mempengaruhi proyek atau progaram daerah. Untuk itu dalam keadaan terpaksa harus ada bebearap proyek yang harus ditunda.

“Kriteria yang akan kita hold (tunda) adalah yang tak berkaitan dengan urusan publik,” katanya, belum lama ini.

Kriteria lain yang akan ditunda menurut Amsakar adalah proyek yang diperkirakan akan mengalami kendala hingga akhir tahu, dan kegiatan yang belum sama sekali melalui proses lelang. “Kita hemat belanja pegawai juga,” ujarnya.

Sementara itu, beberapa proyek yang sudah dipastikan akan ditunda yakni Beberapa proyek fisik yang ia ketahui yakni penundaan pembangunan gedung Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang menelan anggaran sekitar Rp 7 miliar. Sementara Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman, Pertamanan (Disperkimtan) akan menunda beberapa proyek dengan nilai total Rp 12 miliar. (cr13)

Respon Anda?

komentar