FTA Ringankan Biaya Keluar Barang

batampos.co.id – Free trade arrangement (FTA) yang direncanakan berlaku untuk kawasan FTZ akan memberikan keuntungan untuk perusahaan konstruksi yang ada di sebagian Pulau Karimun, khususnya di daerah yang termasuk dalam kawasan FTZ Karimun.

”Salah satu keuntungan jika pemerintah memberlakukan FTA untuk FTZ Batam Bintan dan Karimun (BBK) tentu saja terkait keringanan biaya. Sebagai contoh, jika perusahaan galangan kapal selesai memproduksi kapal buatannya di daerah FTZ Karimun yang merupakan pesanan dari Jakarta, maka untuk mengurangi biaya pengeluarannya, kapal tersebut tidak bisa dibawa langsung ke Jakarta,” ujar Ketua FTZ Karimun, Cendra NZ, Rabu (12/7).

Hal ini katanya, perusahaan yang memproduksi kapal akan dikenakan biaya sebessar 10 persen. Untuk itu, selama ini kapal yang diproduki di Karimun untuk daerah di Indonesia yang bukan kawasan FTZ tidak langsung di bawa ke daerah tujuan. Melainkan, terlebih dulu dibawa ke Singapura. Setelah itu baru masuk lagi ke Indonesia. Dan, biaya yang dikenakan lebih murah, yakni hanya 5 persen.

”Untuk itu, jika memang jadi diberlakukan FTA, tentunya akan memberikan kemudahan bagi perusahaan galangan kapal yang ada di daerah FTZ kita. Karena, dari segi biaya lebih meringankan. Apalagi, di FTZ Karimun saat ini untuk usaha galangan kapal lebih banyak dibandingkan dengan jenis usaha lainnya. Dan, diharapkan dengan diberlakukannya FTA akan memberikan pengembangan di FTZ Karimun,” jelasnya.

Dikatakan Cendra, jika daerah FTZ Karimun berkembang, dengan masuknya investasi baru di kawasan tersebut, maka akan memberikan peluang pekerjaan bagi tenaga kerja yang ada di daerah. Dengan demikian dapat mengurangi angka pengangguran dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. (san)

Respon Anda?

komentar