Pendapatan BPHTB Anjlok, PAD Batam Ikut Melorot

ilustrasi

batampos.co.id – Tersendatnya pendapatan sektor andalan yakni Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), mempengaruhi Pendapatan Daerah (PAD) secara umum.

Data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), PAD hingga semester pertama hanya 31,69 persen atau Rp 367,655 miliar dari target Rp 1,160 triliun.

“Selain BPHTB ini, sektor lain kami optimis tercapai,” keluh Kepala BP2RD Batam Raja Azmansyah.

Ia menyebutkan, per 11 Juli penerimaan sektor BPHTB baru mencapai 24,22 persen atau Rp 82,98 miliar dari target Rp 342,567 miliar. Alasannya tak lain adalah tersendatnya Izin Peralihan Hak (IPH) di Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Berkas yang masuk ke kita mayoritas transaksi yang kecil atau skala perorangan, sedang badan usaha masih minim,” katanya.

Adapun rincian pendapatan lain yakni, pajak hotel yang baru terealisasi 44,04 miliar dari targetĀ  Rp 117,25 miliar, pajak restoran tercatat Rp 27,79 miliar dari Rp 67,15 miliar. Pajak hiburan target Rp 25,17 miliar baru terkumpul 11,62 miliar.

“Ini tiga sektor pariwisata, walau masih kurang biasanya tiap tahun naik pada Agustus hingga Desember, banyak kegiatan pariwisata,” terangnya.

Pendapatan lain, baru terkumpul Rp 3,18 miliar dari target Rp 8,03 miliar.

Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) yang targetnya Rp 162,16 miliar baru terkumpul 69,55 miliar. Dari sektor pajak parkir yang ditargetkan Rp 12 miliarĀ  terkumpul Rp 3,22 miliar.

Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) terkumpul Rp 27,88 miliar dari target Rp 131,57 miliar, sedangkan dari pajak mineral bukan logam dan batuan baru terkumpul Rp 1,5 miliar dan target Rp 8,4 miliar.

Azmansyah menperkirakan, target BPHTB akan tak tercapai hingga akhir tahun, bahkan ia menyebut capai kelak sekitar 50 persen.

“Kondisi ekonomi juga sedang lemah,” pungkasnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar