Pelabuhan Tanjungbalai Terpadat ke-2 di Indonesia

Kondisi calon penumpang di Pelabuhan TBK kembali normal. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungbalai Karimun, kemarin (13/7) melakukan evaluasi pengamanan arus mudik dan arus balik selama hari Raya Idul Fitri 1438 H bersama stakeholder terkait mulai dari pihak keamanan, SAR, kepolisian, Pelindo, BUP, pelaku pelayaran.

”Dari hasil evaluasi kita. Alhamdulillah, arus mudik dan balik kali ini berjalan lancar dan tidak terjadi insiden terhadap calon penumpang yang mau berangkat maupun baru tiba di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun. Baik dari pelabuhan International maupun domestik,” jelas Kepala KSOP Kelas II Tanjungbalai Karimun, Eko Priyo Handoyo.

Sedangkan, jumlah keseluruhan penumpang yang turun di pelabuhan International maupun Domestik Tanjungbalai Karimun terjadi penurunan sebesar 0,01 persen dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 149.798 penumpang dan tahun 2017 hanya 148.780 penumpang. Sementara itu untuk penumpang yang berangkat atau naik pada tahun 2017 ini, terjadi kenaikan sebesar 8,9 persen yaitu 146.329 penumpang tujuan Riau Daratan yaitu Selatpanjang, Dumai dan Pekanbaru. Dibandingkan tahun 2016 hanya 134.365 penumpang.

”Untuk International yang tiba di pelabuhan Tanjungbalai dari Malaysia. Dan yang naik dari pelabuhan Tanjungbalai Karimun rata-rata tujuan Provinsi Riau, ” tuturnya.

Dan perlu diketahui, kata Eko bahwa pelabuhan Tanjungbalai Karimun untuk tahun 2017 ini selama arus mudik dan balik masuk dalam peringkat kedua setelah pulau Batam di Indonesia. Artinya, pelabuhan Tanjungbalai Karimun dalam melayani penumpang baik turun maupun naik melalui jalur laut terpadat.

”Kalau di Kepri, kita masuk nomor dua jalur tersibuk arus penumpang,” ungkapnya.
Sementara Ketua DPC INSA Karimun Bustami Datuk Raja Marah mengatakan, bahwa selama arus mudik dan arus balik pihaknya menyiapkan dua kapal cadangan. Namun, hanya beroperasi satu kapal saja untuk mengangkut penumpang tujuan Selat Panjang. Dengan dioperasikan satu kapal tujuan Selat Panjang dalam satu hari, bisa mengangkut calon penumpang dua trip.

”Cukup satu kapal saja kemarin yang kita operasikan. Karena, penumpang sudah terangkut semuanya. Sedangkan, untuk antar pulau paling padat tujuan Selat Belia dengan penambahan jam keberangkatan,” katanya. (tri)

Respon Anda?

komentar