Jalan Pemuda Tak Lagi Jadi Langganan Banjir

Sejumlah pekerja menyelesaikan pelebaran dan pendalaman drainase di jalan Pemuda Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Jalan tersebut menjadi langganan banjir akibat dangkalnya drainase yang tidak dapat menampung air hujan sehingga air hujan meluap ke badan jalan. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id РUpaya Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang untuk mengurangi titik banjir yang ada di Ibu Kota Provinsi Kepri, mulai membuahkan hasil. Salah satunya di Jalan Pemuda, Kecamatan Bukit Bestari, yang selama ini merupakan langganan banjir dikala hujan turun.
Saat ini sudah tidak lagi, setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air,  mengucurkan anggaran untuk menanggulangi banjir dari APBN tahun 2017 senilai Rp 7 miliar untuk proyek pembangunan drainase baik itu di tinggikan dan di lebarkan.
Seperti terlihat, Jumat (14/7), hujan lebat yang mengguyur seharian penuh. Tidak terlihat lagi genangan air yang biasanya setinggi lutut orang dewasa berada di ruas Jalan dan juga masuk kerumah warga seperti biasanya.
Salah seorang warga yang tinggal di seputar Jalan yang selama ini menjadi langganan banjir, Renol, 31, mengaku senang melihat Jalan tersebut tidak lagi banjir seperti biasanya. Hal itu, menunjukan Pemerintah Daerah (Pemda) serius untuk menanggulangi banjir yang terjadi di daerah tersebut.
“Sudah bertahun – tahun banjir di kawasan Pemuda ini, dan sudah berkali-kali juga upaya Pemerintah untuk membuat kawasan tersebut tak lagi banjir.¬†Tapi baru kali ini, setelah dilakukan perbaikan drainasenya tak lagi banjir,” ujar Renol.
Dikatakan Renol, dengan sudah tidak menjadi langganan banjir. Ia pun tidak lagi capek membersihkan halaman rumahnya yang selama ini selalu kemasukan air.
“Biasanya capek saya bersihkan air yang masuk ke dalam rumah. Soalnya barang semuanya jadi basah,” kata Renol.
Sementara itu, warga lainnya yang berjualan dikawasan tersebut, Reni, mengatakan banjir dikawasan tersebut tidak terjadi satu bulan belakangan pasca perbaikan drainase yang dilakukan belakangan ini.
“Iya alhamdulillah, sekarang kalau hari hujan tak perlu lagi tutup toko karena kemasukan air. Setelah perbaikan air tidak lagi masuk ke tempat jualan saya,” kata Reni.
Pantauan dilapangan, drainase yang selama ini tidak cukup menampung curahan air di kala hujan turun sudah di tinggikan. Yang mana sebelumnya ketinggian drainase yang setinggi badan jalan, sekarang dibuat lebih tinggi dari badan jalan.
Masih pantauan dilapangan, pengerjaan proyek pembangunan selokan yang dikerjakan oleh PT Jaya Kencana Sarana hingga saat ini belum selesai secara keseluruhan karena masih terdapat beberapa bagian yang sedang berlangsung pengerjaannya.(ias)

Respon Anda?

komentar