Eskavator jenis anfibi milik Bina Marga Kota Batam menormalisasi drainase di depan Perumahan Rici, Sekupang, Jumat (14/7). Lokasi ini sering banjir bila hujan datang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Bertambahnya titik banjir dari 34 menjadi 60 titik membuat Pemerintah Kota Batam harus bekerja keras menuntaskan permasalahan banjir, terutama saat hujan mengguyur Kota Batam. Beberapa titik yang dinilai perlu penanganan diantaranya Perumahan Marina, Kartini Raya, dan Melcem, Batuampar.

“Ini yang membutuhkan penanganan lebih cepat,” kata Yumasnur saat meninjau pengerjaan pengerukkan drainase di Perumahan Rici, Marina, Jumat (14/7).

Seperti yang terjadi di Perumahan Rici ini yang sebelumnya dikeluhkan oleh warga saat acara halal bi halal di Kecamatan Sekupang minggu lalu. Sebanyak tiga alat berat diturunkan satu amphibi yang baru saja tiba di Batam, dan dua long arm besar,  dan eskavator medium.

Selama ini aliran air dari Perumahan Laguna mengalir ke Perumahan Rici, dan masuk ke kolam penampungan, dari lokasi tersebut berlanjut ke parit yang berada di belakang hotel Holiday Inn. Pihaknya juga terpaksa memotong bagian jalan untuk memasang gorong-gorong baru yang berukuran lebih besar dari yang sebelumnya, hal ini agar aliran air lebih lancar.

“Aliran air lancar, namun parit tak sanggup menampung, sebabitu kita buat parit baru dengan lebar kurang lebih 15 meter. Memang belum permanen tapi setidaknya ini upaya dalam mengatasi meluapnya aliran air,” terangnya.

Yumasnur mengungkapkan sebenarnya perluasan parit membutuhkan lahan yang lebih luas lagi, namun karena terbatasnya lahan yang tersedia, perluasan disesuaikan dengan ketersediaan lahan.

Dianmenjelaskan permasalahan banjir yang sering terjadi di Perumahan Marinca City disebabkan parit dipenuhi oleh eceng gondok selain itu juga terjadi penyempitan drainase.

“Ini yang tengah kita kerjakan saat ini. Amphibi akan turun ke mengangkat eceng gondok, sedangkan alat lain menormalisasi¬† drainase,” kata Yumasnur.

Dia berharap pemilik lahan yang ingin mendirikan bangunan untuk bisa menyediakan sedikit dari lahannya untuk dijadikan parit. Selain itu lahan akibat aktivitas cut and fill untuk segera dihijaukan kembali karena ini bisa membantu menahan aliran air akibat hujan. Masyarakat juga diminta untuk tidak membuang sampah ke parit, dan menutup parit.

“Boleh membangun tapi parit jangan ditutup, karena itu menyulitkan pengerjaan terutama saat banjir melanda,” tutupnya. (cr17)

Respon Anda?

komentar