batampos.co.id – Kelurahan Seilakam Barat kecamatan Karimun, akan dijadikan pilot projek terbebas dari tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak di kabupaten Karimun. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dalduk KB,PP dan PA) Karimun H Faisal, Kamis (14/7).

Ia mengatakan, terpilihnya kelurahan Seilakam Barat karena memiliki tingkat populasi masyarakat yang heterogen dari seluruh Indonesia.

”Mudah-mudahan sukseslah. Paling penting adalah, bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat dampak terhadap kekerasan perempuan dan anak. Yang diawali dari keluarga terdahulu,” ungkapnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Kepri Misni mengatakan, untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, maka pihaknya membuat suatu program yang disebut Jelajah Three Ends.

“Program jelajah Three Ends ini meliputi, akhiri kekerasan pada perempuan dan anak, akhiri perdagangan orang dan akhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan,” tuturnya.

Dengan demikian, peranan perempuan selain sebagai ibu rumah tangga juga harus bisa meningkatkan meningkatkan ekonomi keluarga. Sebab, sekarang ini tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak masih dalam tahap mengkhawatirkan. Dan biasanya pelaku tindak kekerasan tersebut, dilakukan oleh orang-orang terdekat.

” Untuk mensukseskan program ini, harus bersama-sama. Artinya, semua pihak harus peduli terhadap kekerasan perempuan dan anak,” paparnya.

Sementara itu Ketua Umum Penggerak PKK Provinsi Kepri Noorliza Nurdin menjelaskan, kepedulian lingkungan sekitar sangatlah penting dalam menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebab, kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat berdampak buruk baik secara fisik maupun emosilan.

” Sekarang ini yang terjadi banyak tidak peduli terhadap perempuan dan anak. Kalau bukan kita siapa lagi, ” ujarnya.(tri)

Respon Anda?

komentar