Warga menarik bangkai pokcai yang tenggelam di Selat Bintan, Desa Pengujan

batampos.co.id – Pokcai (semacam perahu kayu) yang mengangkut sekitar 25 penumpang, 1 mobil dan 8 motor tenggelam di penyeberangan Selat Bintan, Desa Pengujan Kecamatan Teluk Bintan, Bintan, Sabtu (15/7) sekitar pukul 17.30.

Istri Kades Pengujan, Mahani meninggal dalam kecelakaan laut tersebut. Diduga, insiden tersebut terjadi karena pokcai kelebihan muatan.

Informasi yang dihimpun Batam Pos, sore itu pokcai yang dioperasikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) menyeberang dari Selat Bintan I dengan mengangkut puluhan penumpang, mobil dan 8 motor ke Selat Bintan II.

Rata-rata penumpang pokcai naas baru selesai kondangan di Selat Bintan I. Bahkan, mobil yang tenggelam merupakan rombongan yang mengantarkan pengantin lelaki.

Ketika itu, 200 meter dari pesisir, lambung pokcai diduga bocor, karena kelebihan muatan sehingga banyak air yang masuk ke tengah pokcai. Saat itu, bagian depan pokcai yang lebih dahulu masuk ke dalam air secara perlahan.

“Bagian belakangnya terangkat, yang depan masuk ke dalam air pelan-pelan,” kata Azan, seorang penambang pokcai yang melihat pokcai naas tenggelam.

Ia bersama warga lainnya berusaha menolong penumpang pokcai yang tenggelam dengan pompong. Hanya, saat itu istri kades yang naik bersama suaminya, Zulfitri tak tertolong.

“Bajunya tersangkut di atas seng pokcai,” kata Azan.

Siti, pemilik pokcai lainnya mengatakan saat kejadian, ia berada di rumah.

Ia terjaga dari bangunnya setelah mendengar teriakan minta tolong.

“Rumah saya dekat sini. Pas saya bangun, pokcai sudah tenggelam, penumpangnya teriak minta tolong. Penduduk sini berusaha menolong dengan menarik penumpang pokcai naik ke atas pompong,” kata wanita yang menggenakan jaket cukup tebal itu.

Ia menduga, tenggelamnya pokcak karena kelebihan muatan.

“Yang bawa anak-anak tanggung, jadi semuanya diangkut,” katanya.

Selain itu, katanya, saat kejadian angin tidak kencang namun arus di dalam sangat kuat.

“Di sini dulu dikeruk, karena dilintasi tongkang pasir. Kedalaman sekitar 12 meter dengan lebar 400 meter,” katanya.

Atang penambang lainnya mengatakan, setelah semua penumpang berhasil diselamatkan. Lima orang dibawa ke rumah sakit di Simpang Busung. Hanya, istri kades yang tidak tertolong.

“Pak Kades tadi menangis. Kami berusaha menenangkannya,” katanya.

dr Dian, dokter piket di RSUD Kepri Tanjunguban mengatakan, lima orang dibawa ke rumah sakit. Seorang meninggal bernama Mahani, sedangkan seorang dirawat bernama Raja Norhayati. Lalu, M Yodi dan Azwadi tidak dirawat.

“Seorang lagi tidak didata karena langsung pulang,” katanya.

Ia menyebutkan, saat tiba di rumah sakit, korban yang selamat rata-rata mengalami shock dan kedinginan.

Kapolsek Teluk Bintan, AKP Rambe membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan, 1 mobil 8 motor dan sekitar 25 penumpang tenggelam bersama pokcai.

“Satu yang meninggal, lainnya selamat,” katanya saat dihubungi Batam Pos, malamnya.

Hingga berita diturunkan, warga telah berhasil menarik mobil warna putih yang tenggelam dan tiga sepeda motor di Selat Bintan. Warga juga masih berusaha menarik bangkai pokcai yang tenggelam. (cr21)

Respon Anda?

komentar